Nasional
Bom Marriott dan Ritz Calrton

Wisatawan Asing Diperkirakan Turun 1 Juta

Setiap terjadi kerusuhan atau ledakan bom, wisatawan asing turun drastis

Sabtu, 18 Juli 2009, 20:59 WIB
Suwarjono
Lokasi Ledakan Ritz Carlton (AP Photo/Cahyo Bruri Sasmito)

VIVAnews - Salah satu sektor yang akan terimbas ledakan bom Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Calrton adalah sektor pariwisata. Menteri kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik memperkirakan kunjungan wisatawan asing akan turun hingga 1 juta akibat peristiwa ledakan bom.

"Tahun ini jumlah wisatawan diperkirakan 6,4 juta dan turun hingga 5,5 juta. Maksimun penurunan saya harapkan hanya satu juta," kata Jero Wacik saat menggelar konperensi pers di Jakarta Media Center, Bellagio Plaza, Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu 16 Agustus 2009.

Penurunan ini berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya saat terjadi ledakan bom atau kerusuhan. Saat peristiwa kerusuhan besar terjadi di Jakarta, tahun 1998 lalu, sebelum terjadi kerusuhan jumlah wisatawan mencapai 5 juta. Namun setelah terjadi kerusuhan turun menjadi 4,6 juta.

Demikian juga saat terjadi peristiwa bom Bali, sebelum terjadi peristiwa ledakan bom jumlah wisatawan mencapai 5,1 juta dan setelah ledakan turun menjadi 4,4 juta. Saat terjadi bom Bali II, awalnya jumlah wisatawan 5,3 juta dan setelah peristiwa turun menjadi 4,8 juta.

Penurunan kunjungan wisatwawan ini mengakibatkan penurunan pemasukan. Jero Wacik mengatakan, bila jumlah wisatawan 6,4 juta diharapkan akan menambah pemasukan Rp 80 triliun. "Kejadian ini mengakibatkan penurunan pemasukan hingga Rp 20 triliun," kata  Jero wacik.

Agar sektor pariwisata segera pulih, Jero wacik berharap media massa tidak mendramatisir peristiwa ledakan ini.  "Saya mohon wartawan tidak mendramatasir kejadian tayangan ini berulang-ulang. Jangan diberitakan begitu rupa, harus proporsional," katanya.

• VIVAnews
Rating