VIVAnews - Bom bunuh diri terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, pada Jumat 17 Juli 2009 sekitar pukul 07.40. Polisi belum mengumumkan secara resmi siapa pelaku pengeboman.
Meski demikian, spekulasi yang beredar menunjuk Noordin M Top sebagai aktor yang diduga berada dibalik pengeboman tersebut. Menanggapi informasi tersebut, pemerintah Malaysia memberi tanggapan positif. Pemerintah negeri jiran bersedia bekerjasama dengan pemerintah RI untuk mencari Noordin M Top.
Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Malaysia, Tan Sri Rastam Mohammad Isa mengatakan pihaknya berharap Indonesia memberikan informasi tentang keterlibatan Noordin dalam pemboman Jumat kemarin.
"Jika ada informasi terkait keterlibatan Noordin M Top, kami harap diberitahukan pada kami. Malaysia akan membantu sekuat tenaga tetangga kita yang diserang teroris," kata Isa, seperti dimuat laman berita Malaysia, Bernama, Sabtu 18 Juli 2009.
Noordin M Top masih tercantum dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi. Sepak terjang pria kelahiran Johor, Malaysia 11 Agustus 1969 sebagai dalang beberapa aksi terorisme, membuatnya menjadi buron nomor wahid.
Kemampuannya untuk meyakinkan orang membuatnya punya posisi penting dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Noordin adalah sosok karismatik di mata pengikutnya, pengaruhnya mampu merekrut para sukarelawan bom bunuh diri.
Jejak Noordin pertama kali terlacak dalam penemuan bahan peledak di Palembang, Sumatera Selatan Selasa, 1 Juli 2007. Sebanyak 21 bom waktu ditemukan, 16 bom siap digunakan.
Belakangan jejak Noordin kembali menguat. Densus 88 menangkap beberapa orang yang diduga terkait kasus terorisme di Jawa Tengah dan Lampung, Saefudin Zuhri, yang menurut informasi terkait jaringan teroris Noordin M Top dan berperan sebagai penyuplai senjata. Saefudin Zuhri adalah keponakan Baridin.
Baridin diduga kuat sebagai mertua Noordin M Top. Anak perempuan Baridin, Ariani Rahma pada 2006 menikah siri dengan orang yang sama sekali tak dikenal warga, bahkan sampai pasangan tersebut dikaruniani dua anak.
Di lokasi kediaman baridin, Densus 88 menemukan sebuah jerigen yang berisi alat-alat pembuatan bahan peledak. Menurut Kepala Kepolisian, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, bahan-bahan peledak yang digunakan untuk mengebom Marriott dan Ritz Carlton identik dengan bahan peledak yang ditemukan di Cilacap.