VIVAnews - Ledakan Bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2009, membuat kepolisian siaga. Kepolisian Resor Subang melancarkan razia kendaraan di beberapa ruas jalan di wilayah hukum Subang.
Sejak pukul 21.00, Jumat malam, 160 personel diterjunkan di ruas jalan Ahmad Yani yang mengarah ke Bandung. Aksi razia ini dipimpin langsung oleh Kapolres Subang, Ajun Komisaris Besar Sugiyono.
Dalam operasi tersebut, Polisi melakukan pemeriksaan setiap kendaraan dari arah Bandung menuju Subang, dan sebaliknya. “Operasi ini, selain rutinitas kami, dimaksudkan juga untuk mengantisipasi adanya aksi-aksi yang tidak diinginkan, menyusul tragedi meledaknya dua hotel di Jakarta,” jelas Kapolres.
Dari pantauan VIVAnews, selain memeriksa kelengkapan surat-surat dari pengendara, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang bawaan pengguna jalan. “Dari hasil pemeriksaan anggota, kami menemukan dua botol minuman keras dan satu buah senjata tajam, berupa belati. Saat ini, tersangka beserta barang bukti kami amankan di Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolres.
Setelah sekitar dua jam melakukan operasi di ruas jalan A. Yani, petugas yang terdiri dari Buser, Intel dan polantas tesrebut, bergerak ke daerah obyek wisata Ciater Subang. “Dari pantauan di lapangan, dari sekian banyak pengunjung ke (objek wisata) Ciater, sebagian besar dari mereka berasal dari Jakarta."
Sementara itu, selain di Subang kota dan obyek wisata Ciater, penjagaan ketat juga dilakukan petugas kepolisian di ruas Pantura Subang. “Kami juga instruksikan anggota agar lebih memperketat penjagaan di Pantura, karena di sana merupakan akses utama dari Jakarta menuju Jawa Tengah lewat jalur darat,” katanya.
Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat juga meningkatkan pengamanan. Peningkatan pengamanan diberlakukan di sejumlah titik rawan dan keramaian yang ada di Sulawesi Selatan.
Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, Kombes Polisi Hery Subiansauri mengatakan, peningkatan pengamanan efektif berlaku sejak siang tadi hingga batas waktu yang tidak ditentukan. "Pengamanan difokuskan di beberapa titik, seperti hotel, mal, terminal, PLN, Telkom, masjid, gereja, bandara dan pelabuhan. Sifatnya sebagai antisipasi atas kejadian di Jakarta," kata Kombes Hery melalui pesan pendeknya kepada VIVAnews, Sabtu, 18 Juli 2009.
Ia menambahkan, di tempat-tempat keramaian yang sebelumnya tidak ada polisi, maka mulai tadi siang, sejumlah personel sudah diarahkan ke tempat tersebut. Kemudian di beberapa hotel berbintang, jika tadinya hanya satu hingga dua orang polisi yang berjaga, pasca ledakan, jumlah personilnya ditambah. Kendati demikian, lanjut Hery, penambahan tersebut tetap dikoordinasikan dengan pengelola.
"Di mal kami mau pastikan aman. Demikian juga di hotel, bandara dan obyek rawan lainnya. Petugas yang disiagakan harus betul-betul awas terhadap segala hal yang mencurigakan," ujarnya lagi.
Peningkatan pengamanan dan kewaspadaan tersebut juga sudah diinstruksikan ke seluruh satuan kepolisian di seluruh Sulawesi Selatan. Tentu saja disesuaikan dengan tingkat kerawanan daerah setempat.
Menyinggung soal kondisi Sulawesi Selatan, Kombes Hery menegaskan, bahwa Sulawesi Selatan masih relatif aman. "Hingga saat ini belum ada ancaman keamanan yang menonjol tapi kami tetap waspada untuk itu."
Sembilan korban tewas akibat dua ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Jumat pagi ini. Sebanyak 61 orang korban luka dievakuasi dari lokasi ledakan dan 53 orang di antaranya menjalani rawat inap. Salah satu korban tewas adalah Presiden Direktur PT Holcim, Timothy McKay.
Laporan Inin Nastain | Subang dan Rahmat Zeena | Makassar
• VIVAnews