VIVAnews - Pemerintah Indonesia akan menanggung biaya perawatan para korban ledakan hotel JW Mariott dan Ritz Carlton. "Semuanya," kata Kepala Pusat Krisis Departemen Kesehatan Rustam Pakaya ketika dihubungi Vivanews, Jakarta, Jumat 17 Juli 2009.
Hingga saat ini Depkes masih memberikan rujukan rumah sakit bagi para korban. Rumah sakit itu adalah RS MMC, RS Jakarta, RS Pusat Pertamina, dan RS Medistra.
Data sementara, kata dia, korban meninggal 9 orang dan korban luka 55 orang. "Mayoritas korban menderita luka bakar, patah tulang dan luka sobek," jelas Rustam.
Rustam menambahkan satu orang korban juga dipindahkan ke RS di Singapura. "Atas nama David Potter," kata dia. David, kata dia, dijemput oleh pihak kedutaan.
Rustam mengungkapkan dirinya berada di 200 meter dari lokasi kejadian saat ledakan terjadi. "Ledakan pertama pukul 7.53 dan kedua 7.56 WIB," kata dia.
Rustam, yang ketika itu tengah bermain tenis, mengatakan ledakan pertama memang keras. "Kalau yang kedua tidak terlalu," lanjut dia.