VIVAnews - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyatakan pihaknya tidak memiliki rencana menutup sesi perdagangan saham sesi kedua di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Investor sekarang sudah mengerti," ujar Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany di kantornya, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2009.
Menurut Fuad, pengalaman aksi pengeboman pada tahun 2003 yang megguncang hotel di Jakarta menunjukan reaksi pasar terhadap dampak pemboman kala itu hanya berlangsung satu hari. Kala itu bursa tetap naik kendati sempat mengalami penurunan sesaat.
"Tahun 2003, indeks sempat jeblok sehari. Jadi kali ini, kami tidak ada niat menutup perdagangan saham," kata Fuad.
Dia mengimbau, pelaku pasar untuk tidak bereaksi negatif terhadap aksi peledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton tadi pagi. "Kalau reaktif akan beri kesempatan kepada pelaku pengeboman," ujar Fuad.
Sementeri itu, Direktur Utama PT BEI Ito Warsito sebelum rapat koordinasi Menteri Keuangan mengatakan pelaku pasar umumnya tenang-tenang saja menghadapi dampak ledakan bom tadi pagi. "Tadi sempat rebound sedikit, tapi turun lagi setelh mendengar ledakan di Muara Angke," katanya.
antique.putra@vivanews.com