Nasional
Ledakan di Ritz Carlton dan Marriott

Inilah Detik-Detik Terjadinya Ledakan Maut

"Kaca dimana-mana dan ada asap biru datang dari sebelah kiri lobi dan juga dari hotel."

Jum'at, 17 Juli 2009, 13:38 WIB
Elin Yunita Kristanti
Ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton (Wenny Gusmarda (ANTV))

VIVAnews - Rangkaian teror melanda Jakarta, hari ini, Jumat 17 Juli 2009. Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton juga jadi sasaran, ledakan terjadi di dua hotel internasional itu sekitar pukul 07.40, pagi tadi.

Korban selamat asal Selandia Baru, Matthew Webster menceritakan detik-detik kejadian di Hotel Marriott. Kata Webster dia nyaris jadi korban, saat itu dia berada di lobi hotel saat ledakan terjadi.

"Kaca dimana-mana dan ada asap biru datang dari sebelah kiri lobi dan juga dari hotel. Puing-puing dan kaca-kaca berjatuhan dari langit-langit dan tembok sekitar 10 menit pasca ledakan," kata Webstrer seperti dikutip laman berita Australia, The Age, Jumat 17 Juli 2009.

Kata dia, saat itulah Webster tersadar, dia berada di lokasi ledakan, hanya beberapa menit setelah ledakan terjadi.

Saat itu dia melihat seorang pria berjalan sempoyongan menuju ke jalan. Dia mengaku tak tahu nasib pria itu, sudah meninggal atau masih hidup.

"Teman saya orang Indonesia berkata ini terjadi karena Manchester United datang untuk melawan tim Indonesia Sabtu malam," kata dia.

Warga Selandia Baru yang lain, pegawai bagian dapur Hotel Ritz Carlton, Tom Warden (25) mengatakan ledakan terjadi ketika para staf dapur mempersiapkan sarapan. 

"Tiba-tiba orang-orang di lift berkata panik, kita harus segera keluar dari sini," kata dia.

Warden menambahkan, ketika pintu dibuka, lobi hotel penuh dengan asap dan porang-orang berusaha melarikan diri. Pekerja di Ritz Carlton dan tamu-tamu hotel berlarian ke jalan depan hotel.

Seorang jurnalis Selandia Baru, Chris Holm mengatakan ledakan bom datang dari ruang bawah tanah. "Saya melihat kerusakan di lantai pertama, jendela-jendela terlepas, bangunan porak poranda," kata Holm.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ongkie
20/07/2009
Kutukan itu tidak hanya kita tujukan kepada pelaku. Namun, kutukan layak dan pantas kita berikan kepada intelijen kepolisia, negara dan lain-lain. Kerja mereka itu apa? Ya, kalau sudah ketahuan ada teroris berlatih tembak menembak mbo ya ditangkap. Ngapai
Balas   • Laporkan
Rachmaradona
20/07/2009
Wahai teroris... sadarlah atas kelakuanmu !! kau bunuh satu orang yg tdk bersalah sama saja kau bunuh seluruh orang di dunia ini...namun sadarlah wahai amerika dan israel, kaulah yang menyebabkan ini semua...kau tamak, perampok, licik dan ingkar janji ter
Balas   • Laporkan
xxx
18/07/2009
ko LO BODOH BGT C MAU BIKIN JELEK NAMA BANGSA SENDIRI.. gw bingung d ma jalan pikiran tu teroris-teroris.. coba lo bayangin kalo bapak-ibu lo jadi korban disana?? gmana Perasaan lo?? SADAR WOOOOOOIII..DUNIA UDA MAU KIAMAT!! JANGAN NAMBAH DOSA..JANGAN
Balas   • Laporkan
arema
17/07/2009
Beraninya kok ngebom negaranya sendiri, jago kandang kalian....BODOH dan terkutuk! Sorga pun menolak kalian!
Balas   • Laporkan
dryx
17/07/2009
Katanya BUAYA... Kualat sih mo nganiaya KADAL.... Jadinya kecolongan deh ma teroris...
Balas   • Laporkan
Ajag
17/07/2009
Terkutuklah orang-orang yang melakukan kekejian ini, mereka terbujuk rayu oleh surga palsu yang mereka khayalkan !!!
Balas   • Laporkan
rio
17/07/2009
mungkin ada baiknya gedung di Jakarta janga kebanyakan kaca deh, terkutuklah hai para pelaku bom..ini TIDAK LUCU !! dan INI BUKAN JIHAD !! BODOH !!
Balas   • Laporkan
gigihbudiarto
17/07/2009
terkait dengan adanya teror bom hari ini, banyak hal yang harus dikoreksi termasuk sistem keamanan di jw marriot dan ritz carlton, kenapa dulu sudah kejadian tapi skarang masih juga kecolongan sistem sekuritynya, bagaimana sistem kerja intelijen kita? yan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ