Nasional
Ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton

Imigrasi Data Korban Ledakan

Pendataan ini tujuannya memudahkan administrasi jika ada perawatan korban ke luar negeri.

Jum'at, 17 Juli 2009, 11:55 WIB
Siswanto, Suryanta Bakti Susila
Ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Kantor Imigrasi Jakarta Selatan melakukan pendataan korban ledakan maut yang terjadi di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 17 Juli 2009.

“Pendataan ini tujuannya untuk memudahkan administrasi jika memungkinkan perawatan korban ke luar negeri,” kata Pelaksana Teknis Imigrasi Jakarta Selatan, Harapan Nasution, di Rumah Sakit Medistra.

Hari ini, petugas imigrasi keliling sejumlah rumah sakit yang dijadikan rujukan untuk perawatan puluhan korban ledakan yang terjadi dua hotel internasional itu.

Dentuman keras pertama kali terjadi di Hotel JW Marriot pukul 7.40. Sekitar dua menit kemudian kembali terjadi dentuman di Restoran Airlangga Hotel Ritz Carlton.

Dua ledakan telah mengakibatkan sembilan orang tewas, sebagian besar adalah warga negara asing. Sedangkan puluhan lainnya menderita luka-luka. Umumnya, korban adalah warga negara asing.

Pada 2003, Hotel JW Marriot itu juga pernah diserang bom mobil bunuh diri. Akibatnya 12 orang tewas dan mencederai 150 orang. Polisi mengatakan orang yang paling bertanggung jawab atas kejadian tahun 2003 itu ialah kelompok teroris Jamaah Islamiyah.

 

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ