VIVAnews - Ledakan bom di JW Marriot dan Ritz Carlton membuat rencana kedatangan Manchester United mengalami beberapa perubahan. Menurut Koordinator Protokol dan Acara kedatangan MU ke Indonesia, Max Boboy, kemungkinan MU akan di pindah tempat menginapnya.
Kalau sebelumnya di Ritz Carlton Kuningan, kemungkinan mereka akan dipindah ke Ritz Carlton kawasan SCBD. Hal ini diungkapkan Boboy karena belum ada kepastian dari pihak keamanan maupun dari pihak MU.
"Sampai sekarang belum ada keterangan resmi, jadi jangan panik karena dengan begitu kita tidak bisa berpikir jernih," kata Boboy ketika dihubunngi VIVAnews, Kamis 17 Juli 2009.
Pertandingan Indonesia melawan MU dijadwalkan digelar pada 20 Juli 2009. Sekitar 70 ribu tiket sudah terjual.
"Sampai sekarang belum ada perubahan, lagipula Ritz Carlton kan ada dua. Jadi kemungkinan bisa diungsikan ke sana," tambahnya.
Namun pasca ledakan, Boboy bersikeras kalau tidak ada tambahan pengamanan. Pasalnya tanpa kejadian itu pun pengamanan Setan Merah sudah sangat ekstra.
"Dari awal mereka (MU) sudah mendapat pengamanan ketat. Sama dengan saat Bill Clinton datang ke Indonesia. Jadi apa lagi yang perlu ditambah?" kata Boboy.
Ledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton terjadi pada Kamis pagi pukul 07.40 di kawasan Mega Kuningan. Hingga berita ini diturunkan ada sembilan korban yang dinyatakan tewas karena ledakan tersebut.
Ritz Carlton Kuningan tadinya akan jadi tempat menginap MU selama di Jakarta. Rencananya mereka akan langsung menuju ke sana setelah mendarat pada Sabtu 18 Juni 2009 pukul 23.00 di Halim Perdana Kusuma.
Baca juga
1. Andi Darussalam: Saya Dengar MU Batal Datang
2. Timnas Tinggalkan Hotel Sebelum Ledakan
3. Timnas Lakukan Sesuatu di Luar Kebiasaan