VIVAnews - Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono, menanggapi tewasnya siswa SMAN 16 Surabaya, Roy Aditya Perkasa saat mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS), sebagai kegiatan diluar batas. Karena itu, perlu ditinjau ulang.
"Kami akan kaji ulang pelaksanaan MOS, bila perlu bisa dilakukan penghapusan pelaksanaan kegiatan itu," kata Bambang, Kamis 16 Juli 2009 di Gedung Juang 45 Surabaya.
Bambang menambahkan, seharusnya kepala sekolah memperhatikan surat edaran dari dinas pendidikan. Yang harus mengisi pelaksanaan kegiatan MOS dengan hal-hal kreatif dan positif. Tidak dengan dibarengi kegiatan fisik atau hal yang melelahkan.
"Misalnya dengan penjelasan struktur dan kegiatan osis, pengenalan guru dan bidang studi serta tata tertib yang sifatnya edukatif," ujar Bambang.
Walikota Surabaya menegaskan nuansa kekerasan dalam osientasi siswa bukan jamannya lagi. Dan di semua sekolah di Surabaya ketentuan untuk pelaksanaan itu sudah ditetapkan oleh diknas.
Meski ada penagasan ingin melarang MOS, Bambang mengatakan kegiatan pengenalan sekolah tetap perlu diadakan dengan nuansa mendidik bukan memberi beban atau membuat siswa tersiksa.
Sebelumnya jenazah korban kekerasan masa orientasi siswa (MOS), Roy Asitya Perkasa 14 tahun, dimakamkan di Pemakaman Umum Ngeni, Kepuh Permai, Waru Sidoarjo, Rabu malam, sekitar pukul 23.00 Wib.
"Malam hari karena tidak tega harus melihat anaknya sudah terbujur terlalu lama tidak dimakamkan," kata Nanik Rohani tante korban. Sejumlah pejabat dari Pemkot Surabaya turut hadir dalam pemakaman tersebut.
Bahkan sejak malam tadi, rumah duka pasangan Saidi (60) dan Muryantini (55) di Perumahan Wisma Tropodo Blok AH No 16 Waru, Sidoarjo terus dipadati pelayat. Selain tetangga tampak juga sejumlah guru dan rekan sekolah korban.
Roy, siswa baru SMAN 16 Surabaya Jl Raya Prapen Surabaya itu meninggal dihari terakhir saat mengikuti MOS. Sebelumnya pelajar yang dikenal pendiam itu sempat pusing kemudian pingsan.
Oleh panitia segera dilarikan ke RS Islam, Wonokromo Surabaya kemudian di rujuk ke RS umum Dr Sutomo dan meninggal sebelum mendapat pertolongan.
Sesuai jadwal, MOS berakhir kemarin, dan rencananya akan ditutup dengan menyalahkan api unggun. Namun, rencana acara batal lantaran terdengar kabar Roy meninggal dunia.
Laporan : Tudji Martudji | Surabaya