Nasional
Empat Mahasiswa RI Disiksa di Mesir

Deplu: Mesir Minta Maaf dan Mengaku Menyesal

Nama baik 5 mahasiswa RI di Mesir sudah dipulihkan termasuk Ismail Nasution, sang target.

Jum'at, 10 Juli 2009, 12:27 WIB
Elin Yunita Kristanti, Harriska Farida Adiati
Foto mahasiswa RI yang disiksa di Mesir (ANTARA/ FB Anggoro)

VIVAnews - Empat mahasiswa Indonesia di Mesir mengalami penahanan dan perlakuan tak manusiawi di Mesir sejak 28-30 Juni 2009 lalu. Mereka ditangkap saat aparat keamanan Mesir mengejar satu mahasiswa Indonesia, Ismail Nasution yang jadi target.

Menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah Departemen telah memanggil pejabat kedutaan besar Mesir di Jakarta pada Selasa 7 Juli 2009. "Mereka sudah sampaikan permintaan maaf," kata Faizasyah di Kantor Departemen Luar Negeri, Pejambon, Jakarta, Jumat 10 Juli 2009.

Selain permintaan maaf, Departemen Luar Negeri juga mencatat penyesalan Mesir. "Jadi sesuai kapasitas mereka sebagai perwakilan diplomatik, mereka sudah menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf," kata dia. Perwakilan Mesir di Indonesia juga menjanjikan akan memberikan keterangan soal perkembangan investigasi masalah ini.

Mengenai pelaku penyiksaan, kata Faizasyah, belum bisa dibahas karena mereka masih akan memintakan keterangan dari pihak keamanan. "Berbicara mengenai pelaku, itu kan merupakan kewenangan pusat," tambah dia.

Soal nasib Ismail Nasution, Faizasyah mengatakan dia sudah diklarifikasi dan dokumen-dokumen dia sudah dikembalikan. "Bisa dipastikan bahwa dia sudah di-clear-kan, sudah dikeluarkan dari permasalahannya," jelas dia.

Empat mahasiswa Indonesia, Faturrahman, Arzil, Tasrih Sugandi, dan Ahmad Yunus ditangkap aparat Mesir dan harus mendekam dalam tahanan selama tiga hari, 28-30 Juni 2009.

Setelah ditangkap, mata mereka ditutup dan dibawa ke penjara. Sesampai dikantor keempat mahasiswa diinterogasi dengan kaki diikat. Bahkan kabarnya mereka sempat disentrum dan ditelanjangi.

Menurut adik Faturrahman, Raudhatul Firdaus, penangkapan berawal saat salah satu dari teman kos para korban, Ismail Nasution, ketahuan membuka situs  Ikhwanul Muslimin, yang terdapat gambar Syekh Ahmad Yasin. Dia juga  menempelkan gambar Syeikh Ahmad Yasin, pendiri gerakan Hamas pejuang Palestina di tembok.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ