Nasional

PBB Periksa Kemampuan POM TNI di Lebanon

Pemeriksaan ini untuk menghadapi ancaman dari luar pangkalan.

Kamis, 9 Juli 2009, 17:50 WIB
Amril Amarullah
PBB periksa peralatan TNI di Lebanon (Dokumentasi Puspen TNI)

VIVAnews - Tim dari Sektor Timur UNIFIL yang dipimpin Letnan Kolonel TS Mann melakukan inspeksi terhadap kemampuan Satgas POM TNI Konga  XXV-A/UNIFIL dalam menghadapi ancaman dari luar pangkalan  (vulnerability assessment) selama menjaga perdamaian di Lebanon, Kamis 9 Juli 2009.

Sejumlah pemeriksaan seperti aspek  kesiapan Satgas, personel maupun perlengkapan menghadapi bahaya seperti serangan tembakan, nuklir biologis kimia, bom, bencana banjir, gempa bumi, maupun kesiapan tim kesehatan satgas dalam menangani korban dan evakuasi.

Menurut Dansatgas, SOP (Standard Operating Procedure) merupakan penetapan tertulis mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, dimana, oleh siapa, bagaimana cara melakukan, apa saja yang diperlukan, dan lain-lain yang semuanya itu merupakan prosedur kerja yang harus ditaati dan dilakukan oleh personel secara unit maupun individu.

Vulnerability Assesment (VA) merupakan penilaian kerentanan atau proses untuk mengidentifikasi, mengukur, dan memprioritaskan bahaya yang mungkin timbul dalam suatu sistem.

Sedangkan kerentanan (vulnerability) merupakan karakteristik individu atau kelompok orang berkenaan dengan kapasitasnya untuk mengantisipasi, mengatasi, bertahan dan pulih dari dampak ancaman bahaya.

Langkah-langkah pada SOP  dalam menghadapi ancaman tentu berbeda tergantung bentuk ancaman yang timbul.

Apabila terjadi serangan dan ancaman berupa penembakan, pengeboman, dan lain lain yang sifatnya emergensi terhadap markas SEMPU UN Posn 7-3 maka Dansatgas melalui Perwira Siaga (Duty Officer) akan menentukan langkah-langkah yang terintegrasi sebagaimana tertuang dalam SOP.

Selanjutnya Dansatgas akan melaporkan keadaan ini kepada Komandan Sektor Timur selaku atasan langsung di UNIFIL.

Komandan Sektor Timur akan memutuskan perubahan status apakah hanya berlaku di area Satgas saja atau berlaku juga untuk seluruh wilayah Sektor Timur UNIFIL.

Apabila personel Satgas perlu dievakuasi ke Sektor Timur, maka ada beberapa alternatif cara evakuasi yaitu melalui darat, dihadapkan bahaya yang dihadapi udara atau kombinasi keduanya, tergantung keputusan Dansektor.

Selain Inspeksi terhadap SOP, juga dilakukan pemeriksaan terhadap kemampuan dan kesiapan personel dan perlengkapan kesehatan Satgas di dalam melaksanakan penanganan pertolongan darurat dan evakuasi medis apabila terjadi korban.

amril.78@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ