VIVAnews - Dalam periode bulan Januari hingga bulan Juni 2009, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Yogyakarta menemukan 1.400 cc darah dari pendonor yang terinfeksi HIV/AIDS.
"Darah yang terinfeksi HIV/AIDS disimpan dalam empat kantong darah dan telah kita musnahkan" kata kata Kepala Kantor PMI Cabang Yogyakarta, Mukhsinun, Senin 6 Juli 2009.
Temuan serupa juga pernah ditemukan pada 2008. Darah yang ditemukan terinfeksi HIV/AIDS sebanyak 2.800 cc yang ditempatkan dalam delapan kantong darah. Darah-darah tersebut diperoleh dari delapan orang pendonor.
"Semoga hingga bulan Desember 2009 mendatang tidak ada lagi temuan darah pendonor yang terinfeksi HIV/AIDS," tambah dia.
Sementara itu, Dona Ratnasanty Putri, Kepala Bagian Komunikasi dan Informasi PMI Cabang Kota Yogyakarta, mengatakan selama ini PMI Cabang Kota Yogyakarta masih kekurangan pasokan darah sehingga banyak permintaan darah yang tidak daat dipenuhi.
"Setiap bulan, kebutuhan darah di Yogyakarta mencapai 5.000 kantong. Kemampuan PMI Cabang Kota Yogyakarta hanya mampu menyediakan maksimal 3.000 kantong"ujar dia.
Untuk mencapai target itu, PMI Cabang Kota Yogyakarta bekerjasama dengan berbagai instansi di Yogyakarta agar karyawannya bersedia mendonorkan darahnya.
"Kita selalu melakukan kooordinasi dengan instansi maupun perusahaan di Kota Yogyakarta untuk mencari pendonor darah. Kita juga selalu jemput bola," tambah dia.
Laporan: Kinaransih Waskita| Yogyakarta