VIVAnews - Penularan virus flu babi antarmanusia mulai terjadi di Indonesia. Departemen Kesehatan mencatat sedikitnya dua warga negara Indonesia tertular virus H1N1 dari penderita flu babi yang baru tiba dari luar negeri.
"Mereka tertular temannya yang baru pulang dari luar negeri," kata Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Tjandra Yoga Aditama, Sabtu, 4 Juli 2009.
Data Departemen Kesehatan menunjukkan, sebanyak 12 orang yang bermukim di Indonesia positif terinfeksi virus flu babi. Delapan orang di antaranya merupakan warga negara Indonesia, dan empat lainnya warga negara asing.
Mereka adalah AR (23 tahun, laki-laki), RA (10 bulan, laki-laki), HR (40 tahun, perempuan), IG (33 tahun, Laki-laki), N (34 tahun, perempuan), BE (50 tahun, laki-laki), TD (65 tahun, laki-laki), F (14 tahun, laki-laki), RW (23 tahun, laki-laki), BA (22 tahun, laki-laki), JO (43 tahun, laki-laki) dan NN.
Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit seperti Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso (6 orang), RS Gatot Subroto (1), RS Internasional Bintaro (1 orang), dan RS Sanglah Denpasar (4 orang).
Indonesia telah mencatat 20 kasus positif influenza A H1N1. Satu di antaranya telah dinyatakan sembuh yaitu BM, 20 tahun, warga negara Inggris.
Tjandra mengatakan, mayoritas kasus flu babi di Indonesia merupakan impor. Artinya, para penderita tertular virus H1N1 di luar negeri. Beberapa di antaranya terinfeksi flu babi sepulang dari Singapura, Kanada dan Australia.
Namun Tjandra memastikan seluruh penderita dalam keadaan baik. "Tidak parah," kata dia yang mengatakan virus H1N1 berpotensi berkembang pada penderita usia 20-30 tahun. "Diatas usia itu virusnya tidak terlalu bahaya."
Kasus flu babi juga melanda sejumlah negara tetangga seperti Australia, Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand, Papua New Guinea dan Vietnam. Sebanyak 99 negara melaporkan kasus flu babi di negaranya. Total penderita flu babi di dunia mencapai 52.160 orang dengan angka kematian 231 orang.
Informasi mengenai flu babi dapat diakses langsung dengan menghubungi Posko Kejadian Luar Biasa di telepon 021 4257125, fax 021 42877588, email poskoklbp2pl@yahoo.com, call center 021 30413700, serta situs Departemen Kesehatan www.depkes.go.id dan www.penyakitmenular.info
pipiet.noorastuti@vivanews.com