VIVAnews - Kamis 2 Juli 2009 kemarin, kembali terjadi bentrokan bersenjata antara kepolisian dengan gerombolan sipil bersenjata di Kabupaten Yapen Waropen, Papua. Polisi berhasil menangkap salah satu dari mereka, lengkap dengan persenjataannya.
"Berhasil ditangkap satu anggota kelompok Eri Manatori," kata Kepala Polri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, usai salat Jumat di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat 3 Juli 2009. "Tertangkap Mapaenal dan empat senjata," ujar Bambang.
Polisi juga berhasil menyita dokumen pendudukan pelabuhan udara Kapeso. Selain itu, salah satu dari anggota gerombolan tertembak namun dilarikan oleh teman-temannya.
Kapolri menjelaskan, ke depan kepolisian akan menggelar kerja bakti bersama masyarakat di Yapen Waropen. "Agar anggota kami dan masyarakat tenteram di sana," katanya.
Sebelumnya lagi, pada Selasa 30 Juni 2009, polisi juga bentrok dengan gerombolan bersenjata di Desa Enarotali, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua. Akibatnya, satu warga sipil tewas, tiga luka-luka dan satu anggota Brimob terluka terkena panah.
PLH Humas Polda Papua AKBP Nurhabri menyatakan, dilaporkan siang tadi telah terjadi bentrok antara warga sipil dan sejumlah anggota Brimob. "Satu orang sipil tewas tertembak dan satu lagi dari anggota Brimob kena panah pada pantatnya," kata Nurhabri kepada VIVAnews, Selasa 30 Juni 2009.
Nurhabri mengatakan, saat itu, terjadi cekcok antara kedua suku yang berlanjut dengan saling serang di lapangan sepak bola Suharto Enarotali. Sebagian kelompok massa berlarian ke jalan raya melewati depan pos satgas Brimob penugasan Polda Papua.
Anggota yang melihat kelompok massa menuju pos tersebut menganggap mereka akan menyerang pos polisi, sehingga langsung mengeluarkan tembakan untuk mencegah massa mendekat.