Nasional

Cara Baru Siswa Lakukan Kecurangan UMPTN

Kecurangan yang dilakukan 15 orang peserta itu lebih canggih dari tahun sebelumnya.

Kamis, 2 Juli 2009, 18:31 WIB
Amril Amarullah
Persiapan ujian (www.wmin.ac.uk)

VIVAnews - Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Lokal Bandung, hari ini Kamis 2 Juli 2009 mendapati  15 orang peserta yang melakukan kecurangan saat ujian.

"Dua orang sudah menyerahkan barang bukti, 13 orang lain masih kami selidiki," ujar Sekretaris Eksekutif panitia lokal Bandung Asep Gana di Bandung Rabu 2 Juli 2009.

Menurut Asep, kecurangan itu berawal dari kecurigaan panitia terhadap salah seorang peserta ujian. Namun demikian, petugas  tidak segera menangkap mereka karena takut mengganggu konsentrasi peserta lain, ujar Asep.

"Setelah ujian usai, kata Asep, barulah panitia mendekati peserta yang diduga curang itu. "Setelah ditanyai panitia, peserta itu mengaku telah melakukan kecurangan," kata Asep.

Meski modusnya tidak terbilang baru, ujar Asep, kecurangan yang dilakukan 15 orang peserta itu lebih canggih dari tahun sebelumnya.

"Mereka menggunakan telepon genggam yang dilengkapi alat tertentu," ujar Asep sambil memperlihatkan dua telepon genggam yang telah disita panitia.

Alat itu berupa kabel berwarna krem yang dililitkan di leher, mik kecil, dan earphone tanpa kabel. Untuk mengaktifkan alat itu, peserta menggunakan baterai 1.55 V tipe 337.

Alat itu menghubungkan peserta dengan seseorang yang akan membantu mereka menjawab soal. "Kalau mereka lulus, masing-masing akan membayar Rp 100 juta kepada orang itu," kata Asep.

Atas temuan itu, kata Asep, pihaknya akan melaporkan ke ketua panitia lokal untuk diteruskan ke panitia pusat. Tapi kata Asep kelima belas peserta itu tidak dilaporkan ke polisi. "Yang harus ditangkap itu adalah orang yang mengiming-imingi mereka," katanya.

Laporan: Octarina | Yogyakarta

• VIVAnews
Rating
Komentar
h-dy
02/07/2009
zmakin hebat za nak zaman skrg. tp mnurut aq seyh, mnding yg manfaatin jasa jg diproses. klo penyedia jasa za yg diproses, stelah tu dy bkal ngulang lg. tp klo pengguna jasa jg diproses, mk calon pngguna yg laen bakal mikir2 tuk ikutan pake jasana. nah k
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ