Nasional
Wabah Flu Babi Masuk Indonesia

Cegah Flu Babi, Sulut Bagikan 70.000 Tamiflu

Obat tersebut benar-benar dimanfaatkan jika ada temuan atau dugaan flu babi.

Kamis, 2 Juli 2009, 10:57 WIB
Amril Amarullah
  (AP Photo/Marco Ugarte)

VIVAnews - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), hari ini, Kamis 2 Juli 2009 membagikan sebanyak 70.000 tamiflu ke kabupaten dan kota sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit flu babi (H1N1) di daerah itu.

"Sebanyak 70 ribu tablet Tamiflu, sekitar 5.000 alat pelindung diri (APD) dan beberapa pelatihan sudah diberikan kepada instansi terkait di tingkat kabupaten dan kota, untuk mengantisipasi penyebaran flu babi," kata Kepala UPT Balai Data dan Surveilans Dinas Kesehatan Sulut Dr Nora Lumentut di Manado.

Pemprov Sulut, seperti yang dilansir tvone.co.id, berharap obat tersebut benar-benar dimanfaatkan jika ada temuan atau terduga kasus flu babi di daerah dengan mengedepankan faktor keselamatan lain.

Kemudian sebanyak 152 puskesmas yang tersebar di daerah itu juga menyiapkan langkah pencegahan penyakit mematikan dari Meksiko itu.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Sulut Maxi Rondonuwu menyatakan kesiapan menghadapi pandemi virus flu babi diwujudkan dalam bentuk tindakan antisipatif serta penyediaan peralatan dan obat penangkal.

"Di Bandara Samrat Manado telah dipasang alat deteksi dini (thermo scanner), untuk mengetahui awal penyebaran penyakit flu babi," ujarnya.

Sulut akan menjadi tuan rumah parade kapal asing dengan tajuk "Sail Bunaken" pada 12-20 Agustus 2009, yang akan diikuti 50 negara. Kegiatan itu dapat berpotensi menyebarkan penyakit tersebut.

Dipastikan puluhan ribu warga dari berbagai negara berkumpul di Manado sehingga upaya pencegahan penyebaran penyakit itu harus ditingkatkan.

Pusat pengamanan terhadap penyakit itu berada di bandara, pelabuhan hingga tempat tertentu seperti rumah sakit, dan peternakan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ