VIVAnews - Miata Oktavina (17) siswi lulusan SMA 2 Pasundan, Bandung tetap mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri, hari ini Rabu 1 Juli 2009, meski mengalami penyakit tumor ganas.
Saat ini, dia merasakan sakit yang luar biasa, bahkan tumor yang bersarang di pipi dan mata kanannya membuat Miata sulit melihat dengan jelas.
Namun demikian, hal itu bukanlah halangan untuk bisa diterima di perguruan tinggi negeri seperti Universitas Padjajaran di fakultas ilmu komunikasi.
Sri Rosiani, ibu kandung gadis berusia 17 tahun itu mendampingi anaknya untuk memberikan semangat.
Tumor yang bersarang di wajah bagian kanannya, mengakibatkan Miata sulit melihat dengan jelas, dan mengakibatkan pembengkakan. "Dia sudah menderita tumor sejak usia dua tahun. Sampai sekarang dia sudah tiga kali dioperasi," ujar Sri, ibu kandung Miata.
Selain Miata yang menderita tumor, paling tidak ada sebelas calon mahasiswa yang ikut UMPTN dalam keterbatasan. Sepuluh calon mahasiswa tuna netra dan satu orang tuna rungu ikut berebut kursi di lokasi Bandung tahun ini.
"Ini belum termasuk dua orang yang patah tangan karena kecelakaan dan peserta yang terkena demam berdarah," ujar Sekretaris Eksekutif SNMPN 2009, Asep Gana Suganda.
Bagi mereka yang memiliki keterbatasan, kata Asep, panitia menyediakan ruangan khusus yang dapat dengan mudah mereka akses. "Tapi kami tidak bisa menyelenggarakan ujian di rumah sakit. Jadi pasiennya yang harus dibawa ambulans ke sini," ujarnya.
Yohanes Paulus Risantos, calon mahasiswa lain, juga mengaku siap menghadapi ujian ini. Meski tuna netra, lulusan SMAK Pajajaran itu optimis bisa melewati ujian dengan baik. "Saya daftar jurusan musik UPI dan Pendidikan Luar Biasa," katanya.
Mulai Rabu 1 Juli 2009, sebanyak 25.378 calon mahasiswa mulai bertarung di lokasi ujian Bandung untuk memperebutkan kursi perguruan tinggi negeri. Mereka akan mengadu otak dan nasib hingga besok.
Laporan: Octarina | Bandung