Nasional
Densus 88 Polri Menangkap Orang Diduga Teroris

Polisi: Satu WNI Terkait Teroris Palembang

Polisi masih menyelidiki keterkaitan dengan buron teroris nomor wahid, Noordin M Top.

Senin, 29 Juni 2009, 18:06 WIB
Elin Yunita Kristanti, Aries Setiawan
Susno Duadji, Kabareskrim Mabes POLRI (VivaNews/ Nurlis Meuko)

VIVAnews - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap enam orang yang diduga terkait kasus terorisme di Jawa Tengah dan Lampung pada Minggu 21 Juni 2009. Lima orang yang ditangkap ada WNA Singapura termasuk Husaini Ismail dan Samad, buron kasus terorisme Singapura.

Polisi juga menangkap Saefudin Zuhri, warga Desa Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah. "Yang itu terkait Palembang. Yang lain ada yang kena pemalsuan dokumen, kena pelanggaran imigrasilah, macam-macamm" kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal, Komisaris Jenderal Susno Duadji di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin 29 Juni 2009.

Ditambahkan Susno, diantara mereka ada yang ditahan karena memberikan keterangan palsu, mengaku WNI ketika membuat KTP. "Kita mengritik kok gampang sih bikin KTP, jangan-jangan imigran [gelap] punya KTP," lanjut Susno.

Ditanya soal keterkaitan penangkapan dengan buron teroris nomor wahid di Asia Tenggara, Noordin M Top, Susno mengatakan belum pasti. "Kita belum bicara Noordin M Top, masih didalami. Begitulah," tambah dia.

Mengenai keberadaan para tahanan, Susno hanya menjawab mereka ada di daerah-daerah. Kapan dibawa ke Jakarta? "Belum tahu saya. Teroris kan tidak gampang jangan sampai gara-gara kita keliru menginformasikan, merugikan kita di lapangan tambah dia.

Sebelumnya, sumber kepolisian mengatakan enam orang yang telah ditahan polisi adalah Husaini Ismail, istri Husaini, seorang Anak Husaini, Samad alias Syamsul, dan Amad Kastari. Serta satu orang WNI, Saefudin Zuhri.

 

 

 

 

 

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ