Nasional
Kader Demokrat Aniaya Wartawan

Andi Mallarangeng: Kami Minta Maaf

Partai Demokrat telah melaporkan pelaku ke polisi. "Dia tidak pantas menjadi kader."

Sabtu, 27 Juni 2009, 15:08 WIB
Elin Yunita Kristanti, Nicolaus Tomy Kurniawan
Demo wartawan di sejumlah daerah tolak kekerasan (Banjir Ambarita | Papua)

VIVAnews - Wartawan Sinar Harapan, Ode Data Julia Vanduk, menjadi korban kekerasan kader Demokrat saat akan meliput rangkaian kampanye cawapres Boediono di Jayapura, Papua, Jumat 26 Juni 2009.

"Kami sudah laporkan ke polisi dan polisi sudah ambil tindakan kepada yang bersangkutan," kata Juru Bicara Tim Sukses pasangan SBY-Boediono, Andi Mallarangeng, di sela-sela rangkaian kampanye SBY di Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 27 Juni 2008.

Ditegaskan Andi, kekerasan sama sekali bukan garis Partai Demokrat. "Kami dari Partai Demokrat selalu menghormati kerja teman-teman wartawan," kata Andi. Sekali lagi, diungkapkan dia, jurnalis adalah mitra.

"Kalau ada simpatisan atau kader partai yang berbuat tidak semestinya harus dihukum, mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia tidak pantas menjadi kader. Kami minta maaf," tambah Andi.

Penganiayaan pada Julia menuai protes kalangan pers, termasuk di Jakarta. Sabtu siang, sekitar 100 wartawan yang tergabung dalam solidaritas untuk wartawan Sinar Harapan, Odeo Data Hermina Junia melakukan aksi di depan gedung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Rawamangun, Jakarta

Massa  menuntut ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan ketua umum DPP Partai Demokrat, Hadi Utomo untuk meminta maaf secara terbuka di media massa seluruh Indonesia.
 
"Jika tuntutan diatas tidak segera ditindaklanjuti kami menyerukan kepada seluruh wartawan di Indonesia untuk tidak meliput seluruh kegiatan kampanye SBY-Boediono," ujar Ketua Umum Poros Wartawan Jakarta, Widhi Wahyu Widodo kepada wartawan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu 27 Juni 2009.
 
Dalam aksinya, mereka juga mengumpulkan kartu pers sebagai bentuk solidaritas wartawan dan melakukan pembakaran bendera Partai Demokrat.
 
Pemimpin Redaksi Harian Sinar Harapan, Kristanto Hartadi yang turut dalam aksi, mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap wartawatinya. Menurutnya, tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan dalam alam demokrasi yang menghormati dan menjamin kebebasan pers.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ