Nasional
Wartawan Dianiaya Kader Partai Demokrat

AJI Sayangkan Kekerasan Pers Terjadi Lagi

AJI meminta Polisi segera menindak secara tuntas melalui jalur hukum.

Jum'at, 26 Juni 2009, 10:31 WIB
Amril Amarullah
Demo wartawan di sejumlah daerah tolak kekerasan (Banjir Ambarita | Papua)

VIVAnews - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Papua, menyayangkan insiden kekerasan yang menimpa wartawan Sinar Harapan, Odeo Data Vanduk, harus terjadi lagi dan kali ini dilakukan oleh kader Partai Demokrat.

Ketua AJI Papua, Cunding Levi mengatakan, tindakan tersebut sangat disayangkan, dan meminta Polisi segera menindak secara tuntas melalui jalur hukum.

"Kami minta Polisi dalam melakukan pemeriksaan untuk melihat dua pasal, pertama UU Pers, dan kedua KUHP pasal 351 penganiayaan," kata Cunding kepada VIVAnews, Jumat 26 Juni 2009.

Cunding mengatakan, tindakan kekerasan yang dilakukan kader Partai Demokrat merupakan tindakan premanisme terhadap pers yang seharusnya sudah tidak ada lagi di negeri ini.

Selain menindak secara hukum, AJI Papua meminta Partai Demokrat untuk segera memecat anggotanya yang diketahui bernama Rudolf Kambubui.    

Peristiwa penganiayaan itu sendiri berawal saat sejumlah wartawan yang hendak meliput rentetan kampanye calon wakil presiden Boediono di Papua. Tiba-tiba seorang wartawan diserang oleh sejumlah kader partai Demokrat.

Belum diketahui motif dari pemukulan tersebut. "Kami belum tahu persis apa maksud pemukulan tersebut, saat itu kami sama-sama akan menuju bandara untuk meliput kedatangan Boediono," ujar salah seorang wartawan.

Laporan: Banjir Ambarita | Papua

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ