Nasional
Densus 88 Polri Menangkap Orang Diduga Teroris

Singapura: Husaini dan Samad Buron Teroris

Dengan penahanan Husaini, lima anggota komplotan Kastari Cs sudah ditangkap semuanya.

Jum'at, 26 Juni 2009, 10:25 WIB
Elin Yunita Kristanti
Mas Selamat Kastari (AP Photo)

VIVAnews - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap delapan orang yang diduga terkait kasus terorisme di Jawa Tengah dan Lampung, termasuk dua orang diduga warga negara Singapura, Husaini Ismail dan Samad Subari yang dikenal sebagai Syamsul, seorang tukang becak di Pasar Tugu, Lampung.

"Pihak berwajib Indonesia telah mengkonfirmasi Singapura bahwa dua orang itu memang buron kasus terorisme Singapura, Husaini dan Samad," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Singapura seperti dimuat laman harian Singapura, The Straits Times, Jumat 26 Juni 2009.

Departemen Pertahanan Singapura, lanjut dia, beberapa minggu yang lalu telah menyerahkan informasi detil tentang Husaini dan Samad, termasuk sidik jari, dan hasil investigasi terakhir yang dilakukan Kepolisian Singapura.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap Husaini Ismail di Jawa Tengah pada Minggu 21 April 2009. Selain Husaini, Densus juga menangkap beberapa orang lainnya yang diduga terkait kasus terorisme, salah satunya Saefudin Zuhri, warga Desa Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah.

Dengan penahanan Husaini, maka lima orang yang terlibat dalam rencana aksi teroris di Bandara Changi, Singapura pada 2002, telah tertangkap.

Kastari ditangkap Kepolisian Malaysia di Johor, Malaysia pada 1 April 2009. Tiga lainnya yakni Mohammad Rashid Zainal Abidin di tahan di Singapura dibawah UU Keamanan Dalam Negeri atau Internal Security Act (ISA) pada Mei 2006, Ishak Mohammad Noohu ditahan November 2006, dan Mohammad Hassan Saynudin ditahan pada Juni 2008 dan dijatuhi pidana 18 tahun di Indonesia.

Kastari Cs dituding terlibat dalam berbagai kasus teror terhadap sejumlah gedung pemerintah di Singapura pada 2001.

Kastari Cs juga dituding terlibat dalam rencana pembajakan pesawat yang akan ditabrakkan ke bandara internasional Singapura Changi. Rencana yang belum sempat diwujudkannya itu diduga sebagai reaksi balas dendam atas penangkapan anggota-anggota JI di Asia Tenggara.

Sebelumnya, Kepala Badan Reserse dan Kriminal, Komisaris Jenderal Susno Duadji mengatakan polisi belum berencana mendeportasi keduanya. "Belum sampai situ, kita masih minta konfirmasi, kita caro apakah mereka betul warga Singapura," kata Susno di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu 24 Juni 2009.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ