Nasional
Densus 88 Polri Menangkap Orang Diduga Teroris

"Kami Tak Tahu Apakah Dia Noordin M Top"

Putri Baridi pada 2006 menikah dengan sosok misterius. Warga tak pernah melihat si menantu

Kamis, 25 Juni 2009, 20:52 WIB
Elin Yunita Kristanti
Noordin M Top (Polri)

VIVAnews - Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian menangkap beberapa orang yang diduga terkait kasus terorisme di Jawa Tengah dan Lampung, termasuk SZ atau Saefudin Zuhri, yang menurut informasi terkait jaringan teroris Noordin M Top dan berperan sebagai penyuplai senjata.

Densus 88 juga mengejar pimpinan Pondok Pesantren Al-Muaddib Desa Pesuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah yakni Baridin alias Bahrudin Latif, paman SZ.

Menurut pengakuan warga masyarakat, keluarga Baridin sangat tertutup. Bahkan, anak perempuannya Ariani Rahma pada 2006 menikah siri dengan orang yang sama sekali tak dikenal warga, bahkan sampai pasangan tersebut dikaruniani dua anak.

Sosok misterius itulah yang kemudian dipertanyakan warga. Spekulasi yang berkembang, sosok tersebut diduga sebagai Noordin M Top, buron kasus terorisme nomor satu di Asia Tenggara.

Namun, ketika disodori foto Noordin M Top, kata Ketua RT 8, Desa Penusukan, Pasuruhan, Binangun, Kabupaten Cilacap, Aris mengaku tak tahu dan tampak bingung.

"Kami tidak tahu namanya siapa, belum pernah bertemu, mukanya juga tidak tahu," kata Aris ketika ditemui di rumahnya, Kamis 25 Juni 2009 malam.

Ditambahkan dia, jika berkunjung ke rumah Baridi, si menantu datang menggunakan motor, menggunakan helm, dan jaket tertutup. "Datangnya selalu malam. Pulangnya, dari dalam rumah sudah memakai helm," tambah dia.

Baridin juga tidak pernah memperkenalkan menantunya. "Kami tidak berusaha mencari tahu, keluarga Pak Baridin sangat tertutup," tambah dia.

Sebelum didatangi Densus 88, keluarga besar Baridin pergi ke Yogyakarta menggunakan lima mobil pada Sabtu 20 Juni 2009. Kepada kerabat, mereka mengaku pergi ke rumah kerabat di daerah mantri Jeron, Yogyakarta.

Sebelumnya, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji menyampaikan tak semua yang dibawa Densus 88 adalah laki-laki. "Kalau yang diperiksa mereka [Densus 88], ada laki-laki, ada perempuan," kata dia di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis 25 Juni 2009.

Susno, buru-buru meminta masyarakat tak serta-merta mencap orang-orang yang dibawa dan diperiksa Densus 88 sebagai teroris. "Mereka belum tentu teroris," tambah dia. Sebelumnya, Susno mengatakan bisa jadi orang-orang yang diperiksa Densus 88 di tempat rahasia adalah saksi atau yang mengetahui di mana keberadaan teroris.

Laporan: Robbi Sofwan Amin | Cilacap

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ