VIVAnews - Kepolisian RI (Polri) berharap akan ada tangkapan besar dalam kasus teroris. Maka itu, Polri meminta media tidak terlalu banyak mencari tahu soal teroris, untuk mengantisipasi hilangnya jejak komplotan.
"Tolong jangan tanya, takutnya nanti buyar. Terorisme dengan kriminal biasa itu beda," kata Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Kamis, 25 Juni 2009.
Menurut Bambang Hendarso, untuk mengatasi kasus teroris, kepolisian juga memiliki strategi khusus. Karakter pidana teroris itu yakni bila ada satu kasus mencuat, maka akan ada aksi susulan untuk menghadapi yang lain.
"Insya Allah doakan akan ada yang spektakuler kita dapatkan. Kami tidak pernah berhenti untuk masalah teror," ujar dia.
Seperti diketahui, Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Polri menangkap sejumlah orang yang diduga terkait jaringan teroris di Lampung, serta Cilacap dan Purbalingga, Jawa Tengah.
Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji tak menampik bahwa ada warga negara asing yang ikut ditangkap Densus 88. "Dicari hubungannya satu sama lain, ada kaitannya atau tidak," kata Susno di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa 23 Juni 2009.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews