Nasional
Densus 88 Polri Menangkap Orang Diduga Teroris

Cari Teroris Densus 88 Sisir Wilayah Cilacap

Polri minta bantuan informasi dari negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura

Rabu, 24 Juni 2009, 15:32 WIB
Elin Yunita Kristanti, Desy Afrianti
Rumah tersangka teroris SZ di Desa Danasri Lor, Nusawungu, Cilacap (Antara/ Idhad Zakaria)

VIVAnews - Markas Besar Kepolisian menangkap delapan orang yang diduga terkait kasus terorisme di Jawa Tengah dan Lampung, salah satunya SZ, warga Kecamatan Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah. Namun, bukan berarti operasi telah selesai. Hari ini Detasemen Khusus 88 masih melakukan penyisiran di Cilacap, Jawa Tengah.

Dikonfirmasi, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji membenarkan hal itu. "Bukan penggrebekan, kita melakukan pencarian. Kalau penggerebekan seram sekali," kata Susno di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu 24 Juni 2009.

Apakah Densus 88 mencari target yang lebih besar? "Bukan lebih besar tiap orang yang disebut supaya bisa dimintai keterangan," jawab Susno, yang mengaku belum memastikan orang-orang yang ditangkap adalah anak buah buron teroris nomor satu di Asia Tenggara, Noordin M Top.

Terkait kewarganegaraan Husaini dan Samad, yang diduga warga negara Singapura, Susno belum bisa memastikan. "Orang-orang itu sedang diperiksa, kita punya waktu beberapa hari. Kita masih meminta keterangan," tambah Susno.

Polri, tambah dia, juga sedang mencari keterangan ke negara-negara tetangga. "Kita kan negara kawasan, ada Singapura, Malaysia, dan apa-apa lagi," tambah dia.

Dua warga negara yang  Densus 88, Husaini Ismail dan Samad diduga merupakan bagian dari kelompok Kastari. Keduanya diduga kakak-beradik.

Kastari ditangkap Kepolisian Malaysia pada 1 April 2009. Kastari adalah salah satu pimpinan Kelompok Jemaah Islamiyah berkebangsaan Singapura. Ia dituding terlibat dalam berbagai kasus teror terhadap sejumlah gedung pemerintah di Singapura pada 2001.

Kastari juga dituding terlibat dalam rencana pembajakan pesawat yang akan ditabrakkan ke bandara internasional Singapura Changi. Rencana yang belum sempat diwujudkannya itu diduga sebagai reaksi balas dendam atas penangkapan anggota-anggota JI di Asia Tenggara. Husaini diduga terlibat dalam rencana teror tersebut.

Kastari menjadi buron interpol sejak 2002. Pada 2006, Kastari tertangkap di Indonesia dan diekstrasidi ke Singapura. Namun pada Februari 2008, Kastari berhasil melarikan diri dari penjara Whitley Road Detention Center Singapura melalui jendela kamar mandi yang tidak terkunci. Kastari adalah gembong teroris yang paling dicari di Asia Tenggara setelah Noordin M Top. Ada dugaan Kastari terlibat dalam kasus bom Bali 2002.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ