VIVAnews - Puluhan siswa SMP Negeri 9 Kupang yang tidak lulus ujian akhir nasional (UAN) mengamuk dan merusak bangunan sekolah, serta menghancurkan berbagai fasilitas kegiatan belajar mengajar, Selasa 23 Juni 2009. Aksi pengrusakan berlangsung sesaat setelah pihak sekolah mengeluarkan pengumuman hasil UAN tahun 2009.
Sedikitya empat unit ruangan kelas yang menjadi sasaran amukan siswa. Sebagian besar kaca jendela, meja dan kursi serta papan tulis dirusak.
Prosentase kelulusan UAN SMP Negeri 9 Kupang, termasuk paling buruk, karena dari 228 peserta ujian, 134 siswa diantaranya tidak lulus. Pihak sekolah menyerahkan kasus pengrusakan ini kepada aparat kepolisian.
"Kami sangat kecewa karena perjuangan selama tiga tahun sia-sia. Kami tak lulus bukan karena bodoh, tetapi karena kualitas pendidikan yang sangat buruk," kata Delfi Fanggidae (13), saah satu siswa yang tidak lulus UAN.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTT, Thobias Uly, mendesak aparat keamanan untuk menyelidiki kasus pengrusakan tersebut. ”Para pelaku harus bertanggungjawab. Mengapa sekolah yang menjadi sasaran kemarahan,” ujar Thobias.
Menurutnya, aksi para siswa mencontreng dunia pendidikan dan akan berdampak negatif bagi masa depan para pelaku. Sedikitnya, 10 SMP di NTT mendapat prosentase nol persen tahun ini. Total peserta ujian nasional SMP sebanyak 62.354 siswa yang tersebar di 691 SMP, dimana 18.550 siswa atau 10 persen tidak lulus. "Sisanya 43.804 peserta lulus atau sekitar 70,25 persen," katanya.
Pengumuman kelulusan juga ditandai dengan aksi mencoret baju. Aparat keamanan dibantu polisi pamong praja, terpaksa bekerja keras melakukan pengamanan disejumlah fasilitas umum. Langkah ini diambil untuk mencegah bentrokan fisik antara pelajar yang lulus dan tidak lulus.
Sementara itu, sebanyak 18.540 siswa dan warga kelompok belajar masyarakat sejak Selasa, mulai mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Paket C (Setara SMA).
Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTT, Marthen Dira Tome, mengatakan, para peserta ujian tersebut terdiri dari peserta reguler sebanyak 7.700 orang dan peserta dari pendidikan formal tingkat SMA yang tidak lulus UAN tahun 2009 sebanyak 10.840 orang.
"Ujian akan dilaksanakan selama empat hari," katanya. Mata pelajaran yang diuji yakni Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Biologi, Kimia, Bahasa Indonesia dan Ekonomi.
Laporan: Jemris Fointuna | Kupang