VIVAnews - Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyatakan tak perlu khawatir dengan nasib warga negara Indonesia di Iran terkait kerusuhan karena hasil Pemilihan Presiden. WNI di sana hanya sedikit dan itu pun kebanyakan keluarga perwakilan Indonesia.
"Sebagian besar adalah anggota keluarga perwakilan yang sudah punya prosedur tetap internal dan berada di bawah kendali duta besar," kata Hassan usai Raker dengan Komisi Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 22 Juni 2009.
Dengan meningkatnya tensi politik di Iran, menurut Hassan, Duta Besar di sana pasti sudah mengeluarkan kebijakan membatasi ruang gerak WNI. "Dengan sendirinya, mereka tidak membutuhkan seruan dari Jakarta," ujar Hassan.
Ketegangan politik di Iran semakin meningkat setelah calon presiden incumbent Mahmoud Ahmadinejad kembali terpilih. Pendukung calon presiden Mir Hossein Mousavi tak puas dengan kemenangan itu dan memilih turun ke jalan dengan menyatakan hasil Pemilu penuh kecurangan.
Sabtu 20 Juni lalu, demonstrasi berakhir rusuh. Sebanyak 457 orang ditahan dalam pertikaian antara demonstran dan pasukan keamanan Teheran sejak Sabtu pekan lalu, 20 Juni 2009. Stasiun radio Iran, Senin 22 Juni, mengatakan, penangkapan itu terjadi di sekiat alun-alun Azadi di Teheran.
Menurut sumber dari kepolisian, 40 petugas terluka dan 34 bangunan pemerintah rusak. Pemimpin oposisi, Mir Hossein Mousavi, kemarin mendesak para pendukungnya untuk melanjutkan protes atas hasil pemilihan presiden, yang dia nilai penuh kecurangan.
Mousavi secara tidak langsung juga mengeluarkan tuntutan kepada pasukan keamanan untuk menahan diri dalam menangani para demosntran.
Beberapa helikopter terbang di atas Teheran dan suara tembakan terdengar di utara Teheran. "Aksi protes melawan kebohongan dan kecurangan (dalam pemilu) adalah hak kalian," kata Mousavi dalam sebuah pernyataan di laman internet.
"Dalam aksi protes kalian, teruslah menahan diri. Saya harapkan pasukan bersenjata tidak menggunakan kekerasan," tambah Mousavi seperti dikutip dari laman harian The Straits Times.
Stasiun televisi Iran mengabarkan, sepuluh orang terbunuh dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam aksi protes di Teheran, Sabtu lalu. Laporan lain menyebutkan korban tewas berjumlah 13 orang.
Mousavi mengatakan, penangkapan massal terhadap para pendukungnya akan menciptakan celah antar masyarakat dengan pasukan bersenjata Iran.
arfi.bambani@vivanews.com