VIVAnews - Bangsa Indonesia seharusnya makin sadar dan waspada terhadap bencana. Sebab, Indonesia masuk daftar negara paling berisiko bencana yang dilansir Badan Pencegahan Bencana PBB atau UN International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR) yang dilansir sebelum pertemuan tentang penanganan bencana global yang akan dibuka Rabu 17 Juni 2009.
Negara-negara di Asia mendominasi daftar negara paling berisiko bencana yang dilansir Badan Pencegahan Bencana PBB atau UN International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR). Selain Indonesia, Bangladesh, China, India, dan Myanmar termasuk negara yang penduduknya paling terancam bencana gempa bumi, banjir, angin topan, dan longsor.
"Hampir tak ada negara di dunia yang tak berpotensi menghadapi bencana," kata Kepala UNISDR, Margaretha Wahlstrom, seperti dikutip laman berita Selandia Baru, TVNZ, Selasa 16 Juni 2009.
Ditambahkan dia, negara-negara yang tak masuk daftar paling beresiko bencana tetap akan mengalami bencana akibat pemanasan global, seperti perubahan cuaca ekstrem dan kenaikan permukaan air laut.
Menurut Wahlstrom, indeks yang berdasarkan data bencana sejak 1977 sampai 2007 itu, tak hanya mengukur resiko penduduk meninggal akibat bencana, namun juga menunjukan kemampuan negara dan masyarakat dalam menanggulangi bencana.
Jepang, misalnya, meski negara matahari terbit itu berkali-kali dihajar angin topan, gempa, dan tsunami, Jepang berkategori medium. Sebab, warga Jepang waspada dan tahu bagaimana menghadapi bencana. Selain itu, ketepatan badan meteorologi memprediksi bencana juga menurunkan tingkat risiko Jepang.
"Melalui indeks ini, kami ingin menyampaikan kita tak boleh takluk pada bencana, karena anda punya pilihan," kata Wahlstrom.
Daftar Negara Paling Tinggi Risiko Becana dari 200 negara:
Kategori Sembilan (paling tinggi): Bangladesh, China, Columbia, India, Indonesia, dan Myanmar
Kategori Delapan (sangat tinggi): Afghanistan, Guatemala, Iran, Pakistan, Peru, Filipina, Romania, Uzbekistan
Kategori Satu (paling rendah): Greenland Wallis dan Futuna