VIVAnews - Sebanyak 6.805 siswa Sekolah Menengah tingkat Atas (SMA) dinyatakan tidak lulus ujian akhir nasional, sedangkan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 1.817 siswa.
Jumlah peserta Ujian Nasional yang terdaftar tahun ini di Nusa Tenggara Barat sebanyak 44.380 siswa baik SMA maupun Madrasah Aliyah, sedangkan dari SMK sebanyak 7.674 siswa.
Meski demikian tingkat kelulusan siswa Sekolah Menengah Atas di NTB meningkat 0,8 persen dari tahun 2008. Jika sebelumnya tingkat kelulusan mencapai 83,81 persen atau sebanyak 35.308 siswa maka tahun ini mencapai 84,67 persen atau 37.575 siswa.
Sementara tingkat kelulusan untuk SMK menurun dari 80,57 persen pada tahun 2008 menjadi 76.32 persen tahun 2009.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Lalu Hijran mengatakan ketidak lulusan siswa itu disinyalir karena tingginya standar kelulusan yang ditetapkan pemerintah yakni 5,50. Selain itu proses pembelajaran siswa dinilai kurang maksimal saat menghadapi ujian nasional.
"Kami akan teliti lebih lanjut apa penyebab ketidak lulusan siswa tersebut.Namun kami menduga ini akibat ketidak siapan siswa dalam mengikuti ujian nasional,"katanya kepada wartawan di Mataram Senin 15 Juni 2009.
Sementara itu tingkat kelulusan siswa di Kota Mataram yang menjadi barometer pendidikan di NTB juga cenderung menurun. Dari 4046 siswa yang ikut ujian nasional,932 orang yang tidak lulus sedangkan 3114 siswa dinyatakan lulus.
Tingkat lulusan tertinggi siswa SMA dan MA diperoleh Kabupaten Lombok Timur sebanyak 8291 dengan jumlah peserta 9844.Dan menyusul Kabupaten Lombok Tengah dengan tingkat kelulusan mencapai 7629 dengan jumlah peserta 8295 siswa.
Bahkan nilai rata-rata tertinggi juga diperoleh siswa dari SMA 1 Praya Lombok Tengah atas nama Yuli Fatmi dengan nilai rata-rata 51,80.
Sedangkan dari Lombok Timur diperoleh siswa Madrasah Aliyah Darussalihin jurusan Bahasa dengan perolehan nilai 49,25. "Pengumuman kelulusan initidak serentak.Kami serahkan pada masing-masing Kabupaten dan Kota," ujar Lalu Hijran.
Bagi siswa yang tidak lulus ujian itu diimbau untuk mengikuti ujian paket C.Namun Hijran menegaskan pihaknya masih menyusun jadwal pelaksanaan ujian paket C tersebut karena belum semua data yang diperolehnya.
Laporan: Edy Gustan | Mataram