Nasional

Agustus, Bali Gelar Kongres AIDS Asia Pasifik

Negara-negara maju akan berbagi informasi, pengalaman maupun perkembangan ilmiah terbaru.

Jum'at, 12 Juni 2009, 09:56 WIB
Amril Amarullah
  (VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Provinsi Bali akan menjadi tuan rumah pertemuan Kongres Aids Asia Pasifik (International Congress on AIDS in Asia and the Pacific/ICAAP) ke-9 yang melibatkan utusan dari berbagai negara, 9-13 Agustus 2009 mendatang.

Pertemuan itu akan menawarkan cara-cara baru dalam memperkuat sistem kesehatan menghadapi penyakit akibat kehilangan kekebalan tubuh itu.

"Negara-negara maju akan berbagi informasi dan pengalaman maupun perkembangan ilmiah terbaru," kata panitia penyelenggara pertemuan, Ika Nazaruddin, di Denpasar.

Ika mengatakan, bukti menunjukan keterlibatan masyarakat sipil pada semua tingkatan, pembuatan kebijakan, dan pemantauan dapat memberikan solusi terbaik menghadapi pandemik HIV yang bersifat lintas batas.

Keberagaman budaya, agama, ekonomi, dan politik di kawasan Asia dan Pasifik, kata dia, menyebabkan AIDS masih menjadi kekhawatiran utama.

AIDS tetap menjadi salah satu penyebab kematian terbesar dan hilangnya hari-hari kerja bagi orang yang terjangkit virus mematikan orang berusia 15-44 tahun.

Meski penderita AIDS di Asia relatif rendah jika dibanding Afrika, kata dia, ada tren jumlahnya terus meningkat.

ICAAP ke-9 mencoba membawa semua pihak, individu, institusi, perusahaan, masyarakat, organisasi non-pemerintah, dan sektor komersil untuk berbagi pengalaman dan bekerja sama mencapai "Millennium Development Goals (MDGs)" tahun 2015 dan mengurangi pandemik AIDS.

Untuk itu ICAAP ke-9 memerlukan sedikitnya 313 relawan, kata Ika, dan hingga kini baru 102 orang yang mendaftarkan diri menjadi relawan dalam kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik tersebut.

"Sebenarnya kami membutuhkan relawan sebanyak-banyaknya. Namun targetnya diharapkan bisa mencapai 313 orang, sehingga masih memerlukan sekitar 200 orang," ujar Koordinator Relawan untuk ICAAP ke-9 Madrina Mazhar.

Banyak keuntungan yang bisa diperoleh menjadi relawan, antara lain kesempatan terlibat dalam kegiatan berskala internasional yang melibatkan utusan dari 65 negara.

Selain itu dapat berkontribusi secara langsung bagi suksesnya ICAAP. Hal lain yang tidak kalah penting dapat berhubungan dengan banyak orang dari berbagai negara Asia-Pasifik, kata Madrina Mazhar.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ