VIVAnews - Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) akan mengalokasikan sebagian dana stimulus untuk 14.901 paket pelatihan kerja.
"Satu paket bisa untuk 16 hingga 30 orang," kata Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas Depnakertrans Masri Hasyar di kantornya, Selasa, 2 Juni 2009.
Menurut di, dengan aksi tersebut akan terserap 648.988 tenaga kerja yang terlatih dari paket stimulus tersebut. "Nantinya tiap daerah, tidak akan sama jumlah paketnya, bergantung pada tingkat ketrampilan yang dibutuhkan, jumlah tenaga kerja yang dipecat, dan dirumahkan," ujar Masri.
Depnakertrans diketahui mendapat alokasi anggaran Rp 136 miliar untuk pelatihan dan Rp 164 miliar untuk peningkatan balai latihan kerja.
Sekretaris Jendral Depnakertrans Besar Setyoko menuturkan, fokus stimulus itu untuk masyarakat yang terkena dampak krisis ekonomi. "Khususnya korban PHK, tenaga kerja luar negeri yang pulang, dan pelaku mikro yang kehilangan usaha karena krisis," ujarnya.
Data departemen menunjukkan tiga provinsi terbesar yang akan mendapatkan alokasi stimulus itu adalah Jawa Barat (2,26 juta pengangguran), Jawa Timur (1,26 juta pengangguran), dan Jawa Tengah (1,23 juta pengangguran).
Masri menuturkan, ketiga daerah tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2008, penduduknya banyak yang tidak bekerja (dipecat maupun dirumahkan) akibat imbas krisis global.