VIVAnews - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin pada Jumat 22 Mei 2009 lalu diterima Wakil Presiden India, Hamid Anshary, di New Delhi. Keduanya berdialog mengenai hubungan India-Indonesia.
Menurut rilis yang disampaikan staf Din, Edy Kuscahyanto, pada VIVAnews, Senin 25 Mei ini, Din mengucapkan selamat atas demokrasi India dan pertumbuhan ekonominya yang signifikan. Sebaliknya, Wakil Presiden India yang beragama Islam itu memuji Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern yang ikut memajukan kehidupan umat Islam dan bangsa Indonesia.
Keduanya juga berbicang mengenai kebangkitan Asia Pasific dan peran umat Islam di kedua negeri untuk mendorong kebangkitan Asia khususnya di bidang ekonomi dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keduanya sepakat untuk menjalin kerjasama baik atas dasar hubungan People to People maupun People to Government.
Menurut Din Syamsuddin, kebangkitan India bersama China sebagai kekuatan dunia masa depan perlu dimanfaatkan Indonesia secara timbal balik. Kedua negara itu memerlukan Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam, sementara Indonesia memerlukan China dan India untuk memajukan ekonomi dan ipteknya. Oleh karena itu, lanjut Din, selain hubungan Government to Government, perlu juga didorong peningkatan hubungan People to People atau Government to People.
Din Syamsuddin berada di New Delhi pada 22 sampai 24 Mei sebagai Presiden Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) yang memimpin sidang Komite Eksekutif organisasi para tokoh agama se-Asia tersebut.