Nasional

Indonesia Pimpin Sekretariat Polisi ASEAN

Penjualan narkoba, penyelundupan manusia, serta kejahatan dunia maya jadi fokus penindakan

Senin, 18 Mei 2009, 06:42 WIB
Elin Yunita Kristanti
Kapolri menyalami perwira Polda Kalimantan Barat (ANTARA/Jessica Wuysang)

VIVAnews - Konferensi Kepala Polisi ASEAN di Hanoi Vietnam menetapkan kepemimpinan  tiga perwakilan polisi dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk memimpin di Sekretariat ASEANA-POL di Bukit Aman, Kuala Lumpur.

Menurut petinggi polisi Malaysia, Jenderal Polisi Tan Sri Musa Hassan para perwakilan polisi dari tiga negara akan efektif bekerja mulai 1 Januari 2010.

"Fokus saat ini adalah bagaimana mempererat kerjasama antar polisi ASEAN khususnya dalam rangka melawan tindak pidana penjualan narkoba, penyelundupan manusia, serta kejahatan dunia maya," kata dia seperti dikutip laman berita Malaysia, Bernama.

Selama konferensi empat hari yang dimulai 13 Mei 2009, muncul usulan  mengusulkan penggunaan pemindai sidik jari (fingerprinting system) di seluruh pintu masuk negara-negara ASEAN untuk mengecek identitas dan latar belakang pengunjung.

Juga disusulkan database untuk mengidentifikasi grup teroris dan latihan bersama dalam penanggulangan krisis.

Kepolisian RI telah menggandeng sejumlah universitas negeri yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Andalas, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Mulawarman, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Udayana untuk menangani kejahatan-kejahatan canggih seperti cybercrime maupun kejahatan yang menyalahgunakan teknologi tinggi lainnya.

Markas Besar Polri juga telah meluncurkan program reformasi birokrasi Polri yang dinamakan Quick Wins. Dalam melaksanakan program ini, seluruh Kepala Polda di Indonesia menandatangani kontrak kerja reformasi birokrasi. Polri menjanjikan perbaikan termasuk pelayanan cepat ke masyarakat.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ