VIVAnews - Teka-teki siapa orang yang ikut serta dalam pertemuan antara Antasari Azhar dan caddy golf, Rani Jualiani di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan akhirnya terkuak. Menurut pengacara Antasari, Juniver Girsang kliennya telah menyebutkan siapa orang keempat yang menemuinya Mei 2008 lalu.
"Orang yang menemuinya di Grand Mahakam adalah ustad. Orang keempat adalah ustad," kata Juniver di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, Selasa 12 Mei 2009.
Ustad tersebut, tambah dia, adalah orang yang dihormati dan disegani Antasari. Menurut Juniver, Antasari hormat pada sang ustad karena kebaikannya. "Dengan sendirinya membantah Mr X adalah pejabat atau pengusaha," kata dia.
Antasari mengakui butuh bimbingan Rohani dalam menjalani hidup. Ustad itu sudah mendampingi Antasari selama puluhan tahun. "Semua untuk kepentingan Antasari," kata Juniver.
Ditambahkan dia, selain Rani Juliani, ustad tersebut akan diajukan sebagai saksi kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.
Sebelumnya, terkait pertemuan Antasari dan Rani Juliani di Hotel Grand Mahakam, Juniver menegaskan mereka tak hanya berdua. Ada orang lain, yang dituakan Antasari, juga ikut dalam pertemuan. Dan, orang itu dipastikan bukan pengusaha besar berinisial HTS.
Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji, sebelumnya, mengatakan polisi masih menduga latar belakang pembunuhan Nasrudin dilatarbelakangi cinta segitiga yang melibatkan Rani Juliani. "[motif Antasari] yang diangkat sekarang ini kan," ujar Susno Senin siang.
Antasari sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Polisi pun sudah menahan Antasari. Antasari Dijerat dengan Pasal 340 KUHP sub pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman mati. Antasari diduga sebagai dalang atau otak pembunuhan Nasrudin dengan motif cinta segitiga.
Selain itu, Polri juga telah menetapkan delapan tersangka lainnya termasik pengusaha Sigid Haryo Wibisono, dan perwira polisi, Komisaris Besar Williardi Wizar (Ww).
Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00 WIB. Sabtu 14 Maret 2009. Dua peluru bersarang di kepalanya.