VIVAnews - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berharap akan memperoleh insentif pajak penghasilan (PPh) sebesar lima persen pada 2009.
"Kami tetap akan memperjuangkan tax reduction lima persen," kata Direktur Keuangan Telkom, Sudiro Asno, di sela acara Investor Day di gedung bursa efek, Jakarta, Senin 11 Mei 2009.
Menurut dia, dengan kondisi krisis keuangan global saat ini, suku bunga cenderung meningkat dan uang beredar minim. Situasi tersebut membuat perseroan lebih membutuhkan dana tunai.
"Tahun ini, kami berniat untuk tidak mengusulkan special dividend," kata dia.
Manajemen Telkom, dia melanjutkan, hanya akan mengusulkan pembagian dividen reguler. Meski demikian, persentase dividen yang akan dibagikan belum dibicarakan dengan pemerintah.
Capex US$ 2,1 Miliar
Sudiro menambahkan, perseroan akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$ 2,1 miliar.
"Mayoritas dana capex (70 persen) berasal dari internal, 30-40 persen perbankan, dan vendor financing," kata dia.
Saat ini, dia melanjutkan, perseroan sudah memperoleh komitmen dari tiga bank dan satu institusi keuangan. "Nilainya sekitar Rp 2,5 triliun bertenor 3-5 tahun," tuturnya.
Selanjutnya, Telkom akan fokus pada negosiasi vendor financing senilai US$ 200 juta.
Selain itu, perseroan sedang menjajaki tiga bank asing untuk pinjaman sekitar US$ 180 juta. Penandatanganan diharapkan diperoleh pada akhir 2009. "Kami fokus pada vendor financing dulu," tuturnya.
Direktur Network and Solution Telkom, Ermady Dahlan, menambahkan, dana capex 2009 akan digunakan untuk optimalisasi legacy infrastruktur (22 persen), new wave (35 persen), pembangunan akses broadband, jaringan data komunikasi dan teknologi informasi, aplikasi dan content infrastructure (40 persen).
Sebagian dana capex juga dialokasikan untuk pembiayaan backbone dan satelit.