VIVAnews - Di usianya yang sudah 12 tahun, seharusnya anak sebesar itu tidak lagi di gendong ibunya. Sebagai anak, Fitriyah seharusnya sudah merasakan nikmatnya masa-masa bermain dan duduk di bangku SMP.
Tetapi, penyakit tuna wicara dan juga kelumpuhan yang dialaminya sejak kecil, membuat hari-hari Fitri hanya dihabiskan di tempat tidur.
Bahkan ketika VIVAnews, berkunjung ke rumahnya di Desa Pinangsari, Kecamatan Ciasem, Subang, banyak anak-anak yang bermain di dekat halaman rumahnya, dan Fitri hanya bisa melihat dan terdiam.
"Kalau melihat temannya main, Fitri selalu menangis, seperti ingin menjangkau merasakan bermain bersama," ujar Sukirah, ibunda Fitriyah.
Keluarga yang yang menjadi tumpuannya, tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki nasib bocah itu, orangtuanya pun tidak tahu harus bagaimana untuk mengobati penyakit anaknya.
Apalagi bila melihat kondisi ekonomi keluarga, yang hanya sebagai petani miskin dengan penghasilan per hari Rp 15-20 ribu, sangatlah tidak mungkin untuk bisa mengobati penderitaan anaknya.
"Sudah bisa buat makan saja sudah untung mas," ujar Sukirah yang sesekali meneteskan air mata.
Sukirah mengatakan, satu hal yang disesali keluarga adalah, ketika balita, salah satu dokter puskesmas pernah memfonis Fitri mengalami gizi buruk. Tetapi, karena tidak segera diatasi, hingga usianya 12 tahun penyakitnya terus melebar. "Bahkan hingga saat ini (12 tahun), berat Fitri hanya 7 kilogram saja," tuturnya terbata-bata.
Seharusnya di usianya yang sekarang ini, Fitri tidak lagi harus di ayun seperti anak bayi, ketika akan tidur. Namun karena penyakitnya untuk makan dan mandi harus terus dilayani. "Kalau langsung ke tempat tidur di suka menangis kesakitan, jadi harus diayunan dulu, begitu pun kalau mau mandi," ujarnya.
Pasangan suami isteri Mustaqim dan Sukirah kini hanya bisa pasrah, tidak banyak berharap apapun.
Dia hanya mengatakan, akan ada orang lain yang membantunya untuk pengobatan. Karena selama ini hanya tetangganya yang sesekali mendatangi rumahnya untuk memberikan makanan dan sedikit uang.
Karena itu diimbau bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuannya dapat disalurkan langsung atau dapat melalui email redaksi@vivanews.com atau email amril.78@vivanews.com.
Laporan: Inin Nastain | Subang