Nasional

6.000 Pekerja Informal Raih Subsidi Jamsostek

Pekerja seni, seperti penyanyi keroncong, pemain lawak& wayang orang merupakan sasarannya.

Rabu, 6 Mei 2009, 17:54 WIB
Antique, Elly Setyo Rini
Seniman Didik Nini Thowok menari di Malioboro Yogyakarta (Antara/ Regina Safri)

VIVAnews - Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) mensinyalir sebanyak enam ribu pekerja di sektor informal mendapatkan subsidi jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) tahun ini.

Depnakertrans harus mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 300 juta karena pekerja informal tersebut mendapat alokasi subsidi sebesar Rp 50 ribu per bulan.

"Pekerja informal, seperti halnya pekerja formal, harus memperoleh perlindungan kecelakaan, kesehatan, kematian, dan hari tua," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno usai mengukuhkan Pengurus Himpunan Seni Budaya Bangsa Indonesia (HISBI) 2009-2014 di kantor Depnakertrans Gatot Subroto Jakarta, Rabu, 6 Mei 2009.

Dalam acara pengukuhan tersebut, Erman juga memberikan subsidi Jamsostek untuk 71 orang pekerja seni yang tergabung dalam HISBI. "Mereka adalah pelakon wayang orang, termasuk penabuh gamelan, yang semuanya mahasiswa," ujarnya.

Pekerja seni, menurut Erman, seperti penyanyi keroncong, pemain lawak, wayang orang, bahkan topeng monyet pun merupakan sasaran-sasaran penerima subsidi Jamsostek.

Dia mengakui, karena anggaran yang terbatas, tahun ini hanya dibatasi sebanyak enam ribu pekerja dari 350 ribu pekerja informal,
seperti data PT Jamsostek tahun 2008. Padahal, jumlah pekerja informal masih bisa melebihi data tersebut. "Anggota HISBI saja bisa enam juta orang seniman," katanya.

Erman menuturkan, pekerja informal dapat meminta rekomendasi untuk menerima subsidi pada Depnakertrans, setelah itu departemen  yang akan membayarkan langsung ke PT Jamsostek. "Teknis pembayaran bisa bulanan atau tahunan," katanya.

Pekerja yang mendapatkan subsidi juga dibatasi kriteria dengan perolehan penghasilan tertentu.

Meski demikian, penerima subsidi Jamsostek tahun ini tidak akan lagi menikmatinya tahun depan. "Ini hanya berlaku setahun. Tahun depan, diharapkan akan terus dilanjutkan sendiri," ujarnya.

Erman menilai kendala program ini terletak pada kesadaran penerima subsidi akan pentingnya Jamsostek. "Para seniman harus berpikir bahwa asuransi Jamsostek sangat penting, jadi mohon dilanjutkan," ujarnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ