VIVAnews - Pemerintah Indonesia langsung mengambil tindakan untuk mengantisipasi masuknya flu babi ke Tanah Air. Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mengumpulkan sejumlah menteri untuk memutuskan langkah yang akan diambil pemerintah.
Rapat kerja itu dipimpin Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie, di Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 27 April 2009.
Salah satu agenda utama rapat ini adalah membahas antisipasi masuknya virus yang telah menewaskan 103 orang di Meksiko itu. "Termasuk membicarakan semua tempat yang mempunya kemungkinan untuk masuknya flu itu," kata Aburizal sebelum memulai rapat.
Rapat ini dihadiri sejumlah menteri yang terkait dengan bidang kesehatan dan antisipasi masuknya virus jenis baru itu. Mereka yang terlihat hadir antara lain, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal, dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah.
Seperti diberitakan, Menteri kesehatan Meksiko Jose Angel Cordova mengatakan jumlah pasien yang diduga terinfeksi virus flu babi meningkat menjadi 1.614 orang. Cordova juga menyatakan setidaknya 103 orang tewas akibat virus A/H1N1 ini.
Gejala flu babi meliputi demam lebih dari 37,77 derajat Celsius, sakit badan, radang tenggorokan, batuk, sulit bernapas, dan dalam beberapa kasus pasien muntah-muntah dan diare. Belum ada vaksin khusus untuk menanggulangi virus flu babi. Virus ini biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan babi.