Nasional

Telkom Gandeng Bahana Bangun Menara

Produk investasi itu nantinya akan menghimpun dana masyarakat untuk pembangunan menara.

Kamis, 16 April 2009, 09:01 WIB
Arinto Tri Wibowo, Syahid Latif
Ilustrasi Menara BTS (flickr.com)

VIVAnews – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) bakal menggandeng PT Bahana TCW Investment Management untuk meluncurkan produk investasi. Produk investasi itu nantinya akan menghimpun dana masyarakat untuk proyek pembangunan menara transmisi.

“Memang ada kerja sama untuk pendanaan (fund), tapi detailnya seperti berapa tower yang akan didanai, terus terang saya tidak tahu,” kata Direktur Utama Telekomunikasi Indonesia, Rinaldi Firmansyah, di kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu 15 April 2009.

Menurut Rinaldi, selama ini perusahaan menganggarkan dana untuk pembangunan pemancar sekitar Rp 600 juta hingga Rp 1 miliar. Tahun ini, perseroan berencana membangun sekitar 1.300 menara pemancar, di antaranya 300 pemancar untuk saluran telekomunikasi berbasis code division multiple access (CDMA).

“Dana hasil kerja sama ini masuk dalam anggaran belanja modal,” kata dia.

Pendanaan Capex

Rinaldi mengungkapkan, sumber pendanaan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini sekitar US$ 2 miliar atau Rp 20-24 triliun dari sejumlah lembaga keuangan asing masih dalam proses.

Namun, pendanaan dari bank lokal seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, dan bank daerah sudah diperoleh.

“Ada juga bank asing yang menawarkan (pendanaan), tapi saya tidak tahu sudah sampai mana prosesnya,” ujar dia.

Selain bank asing, Telkom juga menerima dua penawaran dari perusahaan Jepang dan China untuk menjadi vendor financing guna membiayai pendanaan capex.

Namun, hingga saat ini perseroan belum memutuskan apakah akan menggunakan fasilitas pinjaman dari kedua perusahaan asing tersebut.

Anggaran capex perseroan sebagian besar berasal dari anak usahanya, PT Telkomsel sebesar US$ 1,4 miliar. Sementara itu, Telkom sebagai perusahaan induk hanya mengalokasikan US$ 600 juta.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ