Nasional
Wartawan Radar Bali Tewas

Mengapa Polisi Susah Mencari Pembunuhnya

17 saksi telah diperiksa terdiri dari orang dekat, pihak keluarga dan teman prabangsa.

Rabu, 1 April 2009, 09:50 WIB
Wensenlaus Manggut, Wima Saraswati
  (AP Photo)

VIVAnews – Kepolisian Daerah Bali menyayangkan kesulitan pengungkapan kematian wartawan Radar Bali, Anak Agung Gede Prabangsa (41), akibat terbatasnya informasi yang diberikan dan juga kesulitan dari provider untuk mengungkap isi percakapan.

Juru bicara Polda Bali, Komisaris Besar Gede Sugianyar menyatakan, masih banyak yang perlu dicari dan tim di lapangan kembali menyusuri dan mengubek-ubek wilayah Bangli, sebagai lokasi terakhir Prabangsa terlihat terakhir kali sampai akhirnya dilaporkan hilang sampai ditemukan tewas.

17 saksi telah diperiksa yang semua itu terdiri dari orang dekat, pihak keluarga dan teman-teman Prabangsa.

Sugianyar meminta doa pada semuanya agar teka-teki kasus ini dapat terungkap. “Tim di lapangan masih mengumpulkan bukti kuat sehingga jangan sampai nanti setelah pelaku berhasil ditangkap tak bisa bebas lagi dari jeratan hukum,” harap perwira menengah melati tiga.

Polisi nampaknya sangat hati-hati dalam menangani kasus ini. Sementara Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Bambang Wiyono berharap polisi agar terbuka mengungkap motif.

“Apakah memang motifnya ada pelanggaran kode etik atau penganiayaan terhadap insan pers yang dilakukan narasumber karena ketidakpuasan pemberitaan. Apapun itu, kita siap menerimanya namun yang tak diterima adalah penyelesaian kasusnya dilakukan dengan menghilangkan nyawa,” paparnya.

Laporan: Wima Saraswati | Bali



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ