VIVAnews - Keluarga mahasiswa Universitas Nanyang Singapura (NTU), David Hartanto Widjaja yang tewas secara misterius tak tinggal diam menunggu kabar hasil investigasi dari Kepolisian Singapura.
"Besok sekitar pukul 13.30 akan ada konferensi pers di Restoran Oasis," kata kakak David, William Widjaja kepada VIVAnews, Selasa 31 Maret 2009.
Ditambahkan William, acara tersebut akan dihadiri beberapa nama seperti Iwan Piliang, tim investigasi yang dipimpin Cristov Wiloto, dan sejumlah relawan yang mendukung adanya pengusutan secara adil dalam kasus kematian David.
"Kami akan menentukan langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya. Selain itu juga akan diinformasikan hasil-hasil investigasi tim," tambah William. Menurut hasil penelitian tim, tambah William, David sudah pasti dibunuh.
"Dari bukti yang ada, itu sudah pasti. Indikasi kenapa, itu yang masih dalam perkiraan, kami cari tahu terus," tambah dia.
Kematian dua staf peneliti asal China, Zhou Zheng (24) dan Hu Kunlun, yang satu fakultas dengan David juga jadi salah satu indikasi kejanggalan. "Indikasi banyak orang dibunuh, mungkin saja mereka saksi mata atau paling tidak tahu apa yang terjadi," tambah William.
Kasus kematian David yang diikuti dua korban lain, kata William, bukan masalah kecil. "Saya yakin dua orang itu sangat-sangat terpaksa dibunuh," kata dia.
Menurut William, para pelaku mungkin menyadari dengan keluarnya pemberitaan tentang kematian Zhou dan Hu akan membuat orang curiga. "Tapi masalah yang ditiutupi sangat besar sampai terpaksa membunuh, mungkin menyangkut pemerintah Singapura," tambah dia.
Sampai saat ini penyebab pasti kematian David, Zhou, dan Hu belum diketahui. Kepolisian Singapura menutup rapat perkembangan penyelidikan. Sementara hasil otopsi jenazah David baru akan dikeluarkan 2 April 2009, sebulan setelah waktu kejadian.
David yang mahasiswa tingkat akhir Universitas Nanyang Singapura ditemukan tewas terjatuh dari loteng. Menurut sejumlah media Singapura, David bunuh diri usai menusuk dosen pembimbingnya, Chan Kap Luk, Senin 2 Maret 2009.