VIVAnews - Teka-teki seputar kematian David Hartanto Widjaja, mahasiswa Universitas Teknologi Nanyang (NTU) masih teka-teki. Banyak dugaan yang beredar, dari David mengalami stres dan yang terkini, terdapat indikasi ada pihak-pihak yang ingin menguasai hasil penelitian David.
"Setahu saya penelitian dia tentang kamera tiga dimensi," kata ayah David, Hartanto Widjaja di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin 30 Maret 2009.
Di dunia maya, beredar melalui blog dan forum diskusi, digambarkan kematian David ada kaitannya dengan penelitian tugas akhirnya yang spektakuler. Apalagi kematian David disusul kematian dua staf peneliti, Zhou Zheng dan Hu Kunlun yang satu fakultas dengan David.
Kata Hartono, apa persisnya yang diteliti David, semua ada dalam komputer jinjing (laptop) pehobi game itu. "Hasilnya ada di laptop yang sudah disita polisi Singapura. Penyitaan itu tidak disaksikan KBRI [Kedutaan RI di Singapura] dan tidak di-back up," tambah dia.
Keluarga, kata Hartono, telah meminta waktu untuk bertemu dengan sang profesor, Chan Kap Luk, yang disebut-sebut jadi korban penusukan David. Keluarga hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di ruangan profesor itu. "Namun tidak diberi kesempatan," kata Hartanto.
Yang jelas, dalil NTU bahwa David meninggal bunuh diri karena stres beasiswanya diputus, ditolak keluarga. "Nonsense, karena dua minggu sebelum dia meninggal sudah dihapus. Itupun hanya tinggal satu semester, apalagi pihak NTU menawarkan pinjaman yang bisa diangsur selama 20 tahun, praktis nggak ada masalah," kata Hartono.