Nasional

Hotel Inna Natour Remajakan Empat Hotel

Hotel yang direnovasi di antaranya Inna Grand Bali Beach, Inna Kuta Beach dan Inna Garuda.

Rabu, 18 Maret 2009, 17:41 WIB
Antique, Anda Nurlaila
Hotel Inna Natour (www.innagaruda.com)

VIVAnews - PT Hotel Inna Natour (HIN) meremajakan empat unit hotel dari 12 hotel dan satu perusahaan katering yang dikelolanya. Investasi renovasi tersebut diperkirakan menghabiskan dana Rp 18 miliar.
 
"Renovasi yang dikembangkan sesuai kekuatan unit hotel," kata Direktur Utama PT HIN AM Suseto di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2009.

Menurut Suseto, renovasi adalah strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat. "Renovasi sejauh ini sudah dilakukan di empat hotel dan akan dilanjutkan secara bertahap, serta pada unit hotel lainnya," tuturnya.
 
Dia menambahkan, empat hotel yang direnovasi adalah Inna Grand Bali Beach, Inna Kuta Beach, Inna Garuda, dan Inna Dharma Deli.

Suseto menuturkan, renovasi di Inna Grand Bali, merenovasi bowling centre menjadi meeting room. Inna Kuta Beach merenovasi 37 deluxe room dan dua deluxe suite. Inna Garuda menambah outlet dan renovasi kamar 185 superior dan deluxe. Sedangkan Inna Dharma Deli, merenovasi 189 kamar dan meeting room.

Dia mengakui, Inna Grand Bali hotel menanamkan investasi renovasi Rp 3 miliar, Inna Kuta Beach Rp 3 miliar, Inna Garuda Rp 8 miliar, dan Inna Dharma Bali sebesar Rp 5 miliar.
 
"Renovasi ini juga di Hotel Inna Group yang secara khusus membidik pasar Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE) tapi tidak melupakan untuk lainnya seperti untuk wisata (leisure)," katanya.
 
Selama 2008, kata Suseto, PT HIN berhasil mencatatkan kinerja yang cukup baik. Tingkat hunian mencapai 72,5 persen dari target 66,7 persen. Selain itu, perusahaan berhasil mengumpulkan pendapatan Rp 265 miliar dari target Rp 230 miliar. "Laba operasi kotor Rp 60 miliar dari target anggaran Rp 27 miliar," katanya.
 
Tahun ini, menurutnya, dengan berbagai pembenahan dalam hal fisik maupun sumberdaya manusia, pihaknya menargetkan mampu meningkatkan jumlah hunian menjadi 73,4 persen dan target pendapatan sebesar Rp 285 miliar.
 
Pihaknya juga menargetkan tingkat hunian 30 persen di mancanegara dan 70 persen wisatawan nusantara. Negeri sasaran peningkatan okupansi diantaranya Australia, Rusia, China, Korea, Jepang, dan negara ASEAN.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ