Nasional

Segera Hadir, Rudal Produksi Dalam Negeri

Senjata kebanyakan diimpor. Saat embargo senjata diberlakukan, persenjataan TNI lumpuh.

Senin, 23 Februari 2009, 11:38 WIB
Elin Yunita Kristanti, Anggi Kusumadewi
  (thruthdig.com)

VIVAnews - Dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki rudal atau peluru kendali buatan dalam negeri. Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono mengatakan Departemen Pertahanan sudah memulai riset tentang rudal.

"Departemen Pertahanan telah merintis pengembangan roket menjadi rudal atau peluru kendali," kata Juwono dalam rapat dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Senin 23 Februari 2009.

Saat ini, kata dia, departemen bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sedang mengembangkan roket kaliber 70 milimeter sebagai roket militer yang dilengkapi hulu ledak. " Lapan telah berhasil mengembangkan roket dengan berbagai kaliber diantaranya kaliber 70 milimeter dan 122 milimeter. Sebelumnya roket Lapan adalah roket ilmiah untuk keperluan nonmiliter," tambah Juwono.

Departemen juga bekerjasama dengan PT Pindad, pabrik senjata dalam negeri, melakukan penelitian hulu ledak kaliber 122 milimeter. Roket yang sedang dikembangkan, tambah Juwono, adalah roket dari tanah ke tanah (ground to ground) maupun dari udara ke tanah (air to ground). "Departemen juga  melakukan penelitian tentang penguatan materi energi yang bersifat eksplosif dan protelan," tambah dia.

Penelusuran VIVAnews, ide produksi rudal dalam negeri mulai tercetus tahun 2005. Dana sebesar Rp 2,5 miliar digelontorkan untuk proyek pembuatan rudal pada tahun itu.

Ide pembuatan rudal dalam negeri bermula dari lumpuhnya persenjataan Indonesia saat Amerika Serikat memberlakukan embargo senjata pasca tragedi Santa Cruz, Timor Leste tahun 1992. Maklum, mayoritas persenjataan milik Indonesia diimpor dari negara lain.

Jangankan mempertahankan diri, embargo membuat  TNI konon tak bisa beraksi dari udara ketika bencana tsunami terjadi. Sebab, Hercules C-130 banyak yang rusak. Spare-part tak ada karena embargo.

Meski embargo telah dicabut, kesadaran untuk memiliki kemandirian persenjataan dan mengurangi ketergantungan terhadap bangsa lain, menguat.

Industri roket bukan barang baru bagi Indonesia. Lapan pertama kali berhasil meluncurkan roket pada 14 Agustus 1964, pada masa kepemimpinan Soekarno. Roket pertama itu dinamai Kartika.

• VIVAnews
Rating
Komentar
RONALD
23/09/2010
buat 1000 biji d tiap perbatasan dengan malingsia,australi,singapur. arah kan moncong nya ke sana kalo perang siap pencet tombol.. hancur deh ke tiga kafir itu.!!!
Balas   • Laporkan
anto
08/08/2010
bangkitlah bangsaku demi anak cucumu.hidup indonesia
Balas   • Laporkan
binbin
21/01/2010
Alhamdulillah, semoga negeriku tambah kuat, lebih percaya diri, menjaga kedaulatan nya, Maju terussssss Indonesia
Balas   • Laporkan
aryanto
11/08/2009
Angin segar untuk produksi dalam negri indonesia harus diteruskan dengan serius, karna baru skedar uji coba saja australia, singapore dan malon dah pada takut. Buat ledakan yang dahsyat dalam uji coba berikutnya. Kami tunggu Lapan dan hankam memberitakan
Balas   • Laporkan
antok
11/07/2009
Alhamdulillah, akhirnya..... saya bangga sekali. Terus dikembangkan ya jangan hanya puas sampai di situ. Biar indonesia menjadi negara yang disegani. bukan di lecehkan seperti sekarang ini. Tegakkan keadilan
Balas   • Laporkan
mirwan
07/07/2009
majulah negri ku majulah bangsaku...... maju terus indonesia...
Balas   • Laporkan
mirwan
07/07/2009
majulah negri ku majulah bangsaku...... maju terus indonesia...
Balas   • Laporkan
iwan
03/07/2009
Saya bangga menjadi warga indonesia....
Balas   • Laporkan
pokemon
02/07/2009
bagus-bagus........kalo bisa kita bikin yang lebih canggih terus kita gantian jual ke amrik..............
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ