Nasional

JAT: Silakan Amerika Blokir Aliran Uang

"Kami ini organisasi kecil," kata putra Abu Bakar Ba'asyir.

Sabtu, 25 Februari 2012, 08:03 WIB
Ita Lismawati F. Malau
Pengurus Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) (VIVAnews/ Fajar Sodiq)

VIVAnews - Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) mempersilakan Departemen Keuangan Amerika Serikat memutus aliran uang yang disebut masuk ke kas organisasi pimpinan Abu Bakar Ba'asyir itu.

"Kami ini organisasi kecil. Uang dari kami-kami juga. Katanya ada uang dari internasional dan Amerika mau memutus? Ya silakan saja. Kalau memang ada," kata salah satu pengurus JAT, Abdul Rahim Ba’asyir saat dihubungi VIVAnews.

Dia mengaku heran mengapa Amerika mau mengurusi JAT yang diakuinya sebagai organisasi kecil. "Mereka hanya mau memukul gerakan aktivis yang ingin menegakkan Islam," kata Abdul yang juga putra Abu Bakar Ba'asyir ini.

Dia pun membantah jika JAT disebut teroris. Hal senada dikatakan juru bicara JAT Son Hadi. Menurut Son, JAT tidak bertransaksi dana dengan pihak manapun di Amerika Serikat. "Amerika bodoh menyebar isu semacam ini tanpa ada bukti," kata dia, seperti dikutip dari Reuters.

Menurutnya, Amerika berniat melanjutkan perang dengan teroris di Indonesia dengan menuduh figur-figur lain setelah penangkapan Umar Patek. "Ini hanya kampanye proyek terorisme."

Diberitakan sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip harian The Wall Street Journal, menyatakan bahwa JAT dianggap bertanggungjawab melancarkan sejumlah serangan terkoordinasi atas warga sipil yang tidak bersalah, polisi, dan personel militer di Indonesia. Deplu AS juga menyatakan bahwa JAT mendapatkan senjata dengan merampok bank dan melancarkan sejumlah kegiatan ilegal lain.

Pemerintah AS juga menuding bahwa JAT berupaya membentuk kekalifahan di Indonesia. Abu Bakar Ba'asyir pun dianggap berperan membentuk Jemaah Islamiyah, kelompok militan berbasis di Asia Tenggara yang terkait dengan jaringan teroris Al Qaeda.

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
antoadiluwih
11/05/2012
JAT, FPI, ngakunya org islam tapi daranya dakwah kayak preman dijalan gak ada bedanya lebih terhormat premannya dong.......
Balas   • Laporkan
kimpoel
25/02/2012
"kami ini organisasi kecil" ....mumpung msh kecil, sekalian di bonsai aja ni teroris....gayang teroris...bubarkan ormas anarkhis....
Balas   • Laporkan
mickymouse
25/02/2012
KENAPA ORANG MASIH NGEBELA IN SI ABB, JELAS DIA ITU TUKANG BIKIN ONAR DI INDONESIA PADAHAL DIA ITU ORANG MALAYSIA YG DIBUANG DAN DITAMPUNG OLEH RAKYAT INDONESIA. JAT ITU CUMA BIKIN ONAR DI INDONESIA, KENAPA NGGAK KE NEGARA LAIN AJA.
Balas   • Laporkan
cukireznor
25/02/2012
buka mata ,buka hati ,dan lihat fakta : 1.siapa yang membunuh paling banyak rakyat kecil yg tak berdosa ???? barat atau timur tengah??? 2.siapa yang paling sering menyerang negara lain dengan alasan yg tak jelas??? barat atau timur tengah?? pikir sendiri!
Balas   • Laporkan
ahpan | 10/05/2012 | Laporkan
coba pikir ulang...negara mana yang paling banyak menyiksa, membunuh dan memperkosa TKW?? barat atau timur???
aditiar | 25/02/2012 | Laporkan
siapa yang menjajah indonesia selama 3.5 abad, barat atau timur tengah? siapa yang pertama kali mengakui kemerdekaan bangsa indonesia pada tahun 1945? amerika atau mesir. aneh orang yang koment hanya asbun tanpa didukung fakta.
Ini semua muncul krn adanya reformasi yang melahirkan DEMOKRASI YG KEBABLASAN & TANPA KENDALI PEMERINTAH, UNDANG2 HAM DINOMOR SATUKAN. Suatu gerakan walau sdh diindikasi me-rong2 pemerintah tetap saja dibela pengacara handal & menang dlm sidang vs petugas
Balas   • Laporkan
ahpan | 10/05/2012 | Laporkan
sekarang zamannya premanisme....liat aja tuh polisi cuma diam aja ngadepin preman berjubah
suar.jaya2
25/02/2012
ada... si basyir itu guru teroris.. jamn soeharto di lari ke malaysia...anehnya kok kita mau nerima orang malaysia ini pdhl di negaranya malaysia gak di terima.. msyrkt indnesia memang...teroris di pelihara...
Balas   • Laporkan
kimpoel | 25/02/2012 | Laporkan
reformasinya gak salah. terorisnya itu yg selalu bikin masalah...selalu saja bertentangan dng prisip2 demokrasi
mickymouse | 25/02/2012 | Laporkan
BUKAN REFORMASI TAPI PIMPINAN KITA NGGAK BERANI TEGAS. TAKUT KEHILANGAN PAMOR. KALO BPK SOEHARTO TEGAS KARENA DIA TAU BAHWA ITU HRS DILAKUKAN.
topick.1001260658 | 25/02/2012 | Laporkan
Itu semua akibat dari reformasi
tekko
25/02/2012
Ketidaksiapan pmerintah menghadapi reformasi demokrasi + Ketidaksiapan rakyat menerima reformasi demokrasi = KEBABLASAN REFORMASI. Tiada hari tanpa Demo, Kekerasan, Kejahatan & Teroris... pdhl smuanya hny IKUTAN tanpa tahu ujung pangka ..SADAR,SADAR,SADAR
Balas   • Laporkan
indahdwi
25/02/2012
y udah blokir aj......bkin waswas masyarakat aj......mstiny kan bkin msyarakat tnang dngan ad ny yg sperti ini,......kita saat ini btuh pmimpin yg mengedepan kan nasionalisme........
Balas   • Laporkan
pras57
25/02/2012
di era orba tidak pernah ada organisasi teroris di negeri ini, di era reformasi malah ada organisasi teroris semacam ini. negara ini bukannya tambah beres malah tambah amburadul.
Balas   • Laporkan
iron maiden
25/02/2012
pelaku bom bunuh diri mesjid cirebon,si muh syarief adalah anggota JAT dan dibaiat langsung oleh abubakar ba'asyir di tasikmalaya
Balas   • Laporkan
ahpan | 10/05/2012 | Laporkan
urus aja negara sendiri..ngapain ngurusin palestina sama israel kalo konflik di negara sendiri aja gak becus nyelesaikannya
kimpoel | 25/02/2012 | Laporkan
@bangnapi79.lu ga lg pny argumentasi.makanya cm bisa maki2 dgn mulut lu yg kotor..
suar.jaya2 | 25/02/2012 | Laporkan
lo mati2an bela palestina emangnya kluarga lo di bantu sm mereka ya...smpe rela jadi teroris yg ngancurin negara sndiri.. mau aja di prbudak oleh kturunan arab yg sok suci..bawa2 agama untk bkin bom.yg mati saudara kita....
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ