Nasional

Kepala Keamanan LP Kerobokan Akan Diganti

“Tak hanya karena adanya tekanan dari napi, tetapi juga demi organisasi."

Kamis, 23 Februari 2012, 20:30 WIB
Elin Yunita Kristanti, Bobby Andalan (Bali)
Lapas Kerobokan dijaga tentara (ANTARA/ Nyoman Budhiana)

VIVAnews – Hingga malam ini, kondisi di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali, belum sepenuhnya kondusif. Aparat gabungan polisi dan TNI masih berjaga. Sementara, sejumlah narapidana asing, termasuk terpidana mati kelompok "Bali Nine", Scott Anthony Rush telah dievakuasi.

Sementara, pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sedang menggodok solusi, agar kerusuhan tak lagi terjadi. Salah satu jalan ke luar yang akan dilakukan adalah, dengan mengganti Kepala Keamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kerobokan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Sihabudin mengaku, penataan struktur dilakukan agar kekerasan tak kembali terulang di lapas terbesar di Bali itu.

“KPLP segera diganti. Ini untuk menata komitmen baru kami,” kata Sihabudin di Lapas Kerobokan, Denpasar, Kamis 23 Februari 2012.

Keputusan ini sejalan dengan tuntutan napi yang meminta, Keamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kerobokan, Anang dicopot.

Namun, Sihabudin membantah jika rencana pencopotan Anang sepenuhnya lantaran tekanan para napi. “Tak hanya karena adanya tekanan dari napi, tetapi juga demi organisasi ini. Kami berharap ada orang yang bisa memanajemen lapas secepatnya,” tandas dia.

Namun, saat ditanya apakah Kalapas Kerobokan, Bowo Nariwono juga akan dicopot dari jabatannya, Sihabudin enggan membebernya. “Tunggu saja saatnya,” tandas dia.

Sementara itu, katanya, Lapas Kerobokan akan ditata ulang secara layak dengan memperhatikan kapasitas dengan jumlah napi. Selain itu, pihaknya juga sedang memikirkan untuk membangun lapas baru di Bali. “Pasti akan ada (pembangunan lapas baru). Tapi belum bisa ditentukan kapan waktunya. Kami benahi dulu ini,” ujarnya. (adi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Hebat sekali, napi bisa mengendalikan lembaga ini ya? Coba selidiki siapa dalangnya?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ