Nasional

TNI: RSPAD untuk Umum, Bentrok Sipil vs Sipil

Situasi di RS Pusat Angkatan Darat sudah normal. TNI berkoordinasi dengan Kepolisian.

Kamis, 23 Februari 2012, 13:51 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Dedy Priatmojo
Lokasi bentrokan di RSPAD Gatot Subroto (VIVAnews/Luqman Rimadi)

VIVAnews - Pasca-insiden bentrok dinihari tadi, situasi RS Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat berangsur normal. TNI berkoordinasi mengusut insiden yang mengakibatkan dua orang tewas itu.

Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul mengatakan insiden semalam antara sipil dengan sipil. "Rumah sakit itu juga kan untuk umum, ya ada orang yang mau jenguk tiba-tiba ada kejadian itu," kata Iskandar kepada VIVAnews, Kamis 23 Februari 2012.

Dia menambahkan pengamanan di rumah sakit pun bersifat normal, seperti penjagaan rumah sakit pada umumnya. Begitu juga saat ada sekelompok massa yang datang dan menyerang sekelompok pemuda di Rumah Duka RSPAD.

Namun setelah kejadian penyerangan, TNI langsung berkoordinasi dengan Kepolisian setempat. "Polsek Senen," ujarnya. Iskandar menambahkan bahwa saat ini kasusnya sudah ditangani Kepolisian setempat. "Ya sudah normal lagi dan tidak ada yang signifikan."

Seperti diketahui, sekitar pukul 01.00 WIB, enam orang berada di Rumah duka RSPAD sedang melayat. Tiba-tiba delapan taksi berisi puluhan orang datang dan menyerang para pemuda itu secara membabi buta.

Hingga kini polisi memastikan bahwa korban tewas adalah dua orang. Mereka adalah Ricky Tutu Boy, kelahiran Ambon 29 April 1975, tewas dengan luka bacok di kepala. Kemudian Stendly A.Y Wenno, warga Jalan Kramat Pulo VI, RT 4 RW 3, Senen, Jakarta Pusat, yang bekerja sebagai debt collector di PT Oceania Development. Korban tewas dengan luka bacok di kepala, dahi, perut robek, dan kaki kiri patah.

Sementara korban luka adalah Oktavianus Maximilion dan Stevianus, warga Kelapa Dua Wetan, Cibubur. Lalu Jeffry Ha Kailola, kelahiran Ambon 7 Agustus 1974, warga Villa Pertiwi Blok H-2, RT 01 RW 16, Depok. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
bolo_sewu
24/02/2012
Bah RS TNI aja diacak-acak sama preman giman nih kalo ada musuh dari luar? kasih tindakan tegas dong malu-maluin citra negara aja ayo TNI kerahkan kemamampuanmu "PETRUS' mode:on ane dukung deh Bravio TNI................!
Balas   • Laporkan
zack18
23/02/2012
sudah jelas, TNI harus bertindak, tentunya dengan "petrus" ala mereka... Bravo TNI !! ;)
Balas   • Laporkan
gazibu
23/02/2012
Premanisme perlu segera disikat habis sebelum menjadi negara GENGSTER
Balas   • Laporkan
siliwangiband
23/02/2012
rumah sakit adalah tempat untuk mengobati yang seharusnya penuh ketenangan, orang2 tersebu telah merusak ketenangan di rumas sakit,
Balas   • Laporkan
di buat chaos negeri ini.... biar kasus2 besar (korupsi) terlupakan.... hadehhhhh.......
Balas   • Laporkan
cla10xboy
23/02/2012
Ini salah satu simbol TNI... dan preman telah mengencingi muka TNI... harus digulung habis
Balas   • Laporkan
koberkobere
23/02/2012
masak iya rumah sakit harus dijaga polisi / tni, cerminan negara yang sangat tidak aman sekali....!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ