Nasional
Penyerangan RSPAD

Anggota DPR: Negara Kalah oleh Premanisme

"Ke mana aparat keamanan? Ke mana petugas jaga?" kata Wakil Ketua Komisi I dengan geram.

Kamis, 23 Februari 2012, 12:49 WIB
Anggi Kusumadewi, Nila Chrisna Yulika
Darah berceceran usai peristiwa penyerangan kelompok tertentu ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. (VIVAnews/Luqman Rimadi)

VIVAnews – Wakil Ketua Komisi I DPR yang membidangi pertahanan keamanan, Tubagus Hasanuddin, mengemukakan kekecewaannya terhadap tragedi penyerangan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta.

“Penyerangan ini menunjukkan bahwa negara hampir kalah oleh premanisme,” kata Hasanuddin dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Kamis 23 Februari 2012.

Padahal, ujar purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Mayjen itu, hanya 20 jam sebelum penyerangan ke RSPAD, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan dalam rapat konsultasi dengan DPR bahwa tidak ada ruang bagi anarkisme dan premanisme di tanah air.

“Apakah ucapan Presiden itu sekadar pemerah bibir? Lalu ke mana aparat keamanan kita selama ini? Ke mana petugas jaga yang giliran piket di lokasi?” tanya Hasanuddin bertubi-tubi. Untuk itu, tegasnya, pemerintah harus bertindak tegas terhadap insiden ini.

“Tangkap, kejar, dan adili siapapun pelakunya. Pemberantasan premanisme harus dari hulu sampai hilir,” tegas politisi PDIP itu. Lebih lanjut, Hasanuddin berpendapat peristiwa penyerangan ke RSPAD maupun bentrokan antarkelompok yang selama ini terjadi, tak semata berkisar soal premanisme.

Ia menilai aspek sosial seperti pendidikan dan lapangan pekerjaan juga terkait erat dengan bentrokan-bentrokan macam itu. “Tapi apapun situasinya, negara tak boleh kalah oleh premanisme,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan penyerangan ke RSPAD dilakukan oleh kelompok Ambon. Semua pelaku berhasil melarikan diri dan saat ini polisi masih memburu mereka.

Akibat penyerangan ke RSPAD ini, 2 orang tewas dan 4 lainnya luka-luka. Semua korban mengalami luka bacok. Petugas jaga mengatakan gerombolan pelaku membawa pedang panjang dan badik ketika menyerang pelayat di rumah duka RSPAD. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
salomo
24/02/2012
Bukan Negara boz!!!! Tapi Pemerintah yang bobrok dan yang korup!
Balas   • Laporkan
kusen
24/02/2012
FPI tdk prnh lakuin hal ini aplg dilakukan di sebuah RS krn yg dilakukan olh FPI adlh mmbrantas Kemaksiatan yg sdh mnjdi penyakit masyarakat n mewabah di mana-mana,,,,!!! So,,,siapa yg hrs di BUBARKAN,,,???
Balas   • Laporkan
salomo | 24/02/2012 | Laporkan
klo gtu mana FPI, knapa nda brani ama mreka tuh
kusen
24/02/2012
Anarkis,Kekerasan n Pembantaian di RS ini tdk dilakukan olh FPI tp olh gerombolan Preman Liar,,,!!!
Balas   • Laporkan
Wahai TNI tolong lindungi dan jaga kami rakyat ini seperti dizaman Pak Harto almarhum, dimana kami merasa aman dan tenteram.
Balas   • Laporkan
anarchy9999
24/02/2012
DPR asal bacot, yg pelihara Preman itu siapa? Ya kalian sendiri, politisi busuk, pengusaha bahkan penguasa pun pelihara preman dibelakang mereka untuk kepentingan2 busuk mereka sendiri, jangan maling teriak maling lah Bung DPR
Balas   • Laporkan
mickymouse
24/02/2012
INDONESIA DITERTAWAKAN OLEH NEGARA2 TETANGGA, MASA NEGARA SEGEDE INDONESIA NGATASIN PREMAN AJA NGGAK BERES2. GIMANA MAU NGATASI PEMBANGUNAN NEGERA INI.
Balas   • Laporkan
hexapro
23/02/2012
Polisi Indonesia kerjanya cm santai di kantor doang, ga pernah patroli. Ada kejadian baru datang, ga pernah bisa mencegah kriminalitas. Klopun standby cm buat nyari duit nilang orang. Percuma dibeliin mobil dan motor patroli, ga pernah dipake patroli.
Balas   • Laporkan
subadi.purboyuwono
23/02/2012
.............???????????
Balas   • Laporkan
antongalam
23/02/2012
Terbukti setelah ada "petrus" keadaan jadi aman, tenang...
Balas   • Laporkan
wahyufredy01
23/02/2012
NEGARA KOSONG MELOMPONG ! TIDAK ADA LEMBAGA APAPUN !
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ