VIVAnews - Tersangka suap Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin menyebutkan bahwa Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI, Mirwan Amir, menyumbang dana Rp20 miliar pada kongres Partai Demokrat pada 2010.
Mirwan membantah tudingan itu. Dia mengatakan, tak mungkin bahwa dirinya memiliki uang sebanyak Rp20 miliar.
"Kalau percaya itu, dari mana saya dapat Rp20 miliar untuk sumbang Anas. Proyek mana? Saya tak pernah kerja proyek, saya bukan pengusaha. Dua puluh miliar itu lebih baik saya simpan untuk anak istri saya," kata Mirwan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, 23 Februari 2012.
Mirwan juga mengatakan bahwa tuduhan Nazaruddin adalah suatu kebohongan. "Nazar juga selalu bilang siapkan uang untuk kongres. Kerjanya bohong terus, jangan percaya sama orang bilang fitnah. Kalau saya peduli (tanggapi pernyataan Nazar) saya juga nggak benar, ngapain tanggapin orang nggak benar," ujar Mirwan.
Pada Rabu lalu, Nazaruddin mengatakan bahwa semua peserta kongres yang akan memilih Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Partai Demokrat telah terlebih dulu disumpah sesuai dengan agamanya masing-masing.
Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa suara memang benar-benar akan diberikan kepada Anas. "Disumpah, kalau agama Islam disumpah secara Islam, kalau agamanya beda disumpah sesuai agamanya masing-masing," ujar Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 22 Februari 2012.
Nazar menjelaskan, 'hadiah' sudah diberikan lebih dulu kepada peserta yang akan memilih Anas, kemudian mereka baru disumpah. "Pakai kitab. Yang sumpah koordinator masing-masing," katanya. Dia menegaskan, masing-masing daerah ada koordinatornya untuk memberikan 'hadiah' karena telah memilih Anas. (hp).