Nasional

Wamena Rusuh, Wakil Bupati Kena Panah

Dipicu persoalan sepele, gara-gara penumpang tak membayar ojek.

Rabu, 22 Februari 2012, 16:54 WIB
Elin Yunita Kristanti, Banjir Ambarita (Papua)
Papua (papua.go.id)

VIVAnews - Kerusuhan kembali terjadi di atas Tanah Papua, kali ini di Pasar Sinakma Wamena Jayawijaya Papua, Rabu 22 Februari sekitar pukul 16.00 WIT. Akibat kerusuhan, seorang anggota TNI tewas dan satu lagi luka-luka. Sementara Wakil Bupati Jayawijaya juga dikabarkan terkena panah.

Danrem 172 PWJ Kolonel Inf Ibnu Triwidodo menjelaskan, kerusuhan dipicu dari persoalan sepele. "Rusuh akibat persoalan kecil yang buntutnya kemudian melibatkan ratusan warga. Saling serang," jelasnya.

Sesuai laporan yang diterima, kata dia, peristiwa berawal ketika salah seorang warga naik ojek, namun, setibanya di Pasar Sinakma, warga yang identitasnya hingga kini belum diketahui, tidak membayar ojek. Lantas tukang ojek marah dan memukulinya.

Penumpang ojek kemudian pulang ke kampungnya, dan tidak berapa lama kembali ke Pasar Sinakma bersama ratusan warga. Mereka kemudian menyerang warga di sekitar pasar. Akibatnya terjadi saling serang. "Ratusan warga itu menyerang orang di sekitar pasar dengan peralatan parang dan panah, sehingga kerusuhan pecah," jelasnya.

Tidak jauh dari lokasi kerusuhan ada perumahan anggota Kodim Wamena. Melihat kerusuhan, sejumlah anggota turun tangan melerai warga. Namun sial, malah mereka yang menjadi sasaran. "Anggota yang tewas atas nama Serma Bambang, kepalanya dibacok, sedangkan Serka Andi (luka) terkena lemparan batu," ungkapnya.

Wakil Bupati John Banua yang juga turun ke lokasi menghentikan kerusuhan, juga jadi korban. Ia terkena panah. "Wakil bupati setempat juga kena panah di bagian paha,"jelasnya.

Tidak berapa lama setelah kerusuhan, kelompok massa penyerang melarikan diri, terutama setelah mengetahui aparat keamanan menuju TKP. "Laporan sementara, kondisi sudah kondusif, bagi anggota yang tewas jenazahnya akan dievakuasi ke Jayapura besok Kamis," tukas Danrem.

Sementara keterangan resmi dari Polisi. Hingga kini belum ada. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
awawi
24/02/2012
Panah itu punya mata, mana yang benar dan mana yang salah. Itulah pembuktian kebenaran menurut adat Suku Dani Pegunungan Jayawijaya.
Balas   • Laporkan
todzlah
22/02/2012
akibat tidak adanya perhatian dari pemerintah pusat... membuat rakyat gampang terpancing emosi
Balas   • Laporkan
rei_99330100 | 23/02/2012 | Laporkan
jgn asbun, semua lo salahin ke pusat. trus pemerintah daerah kerjanya apa?
delta88
22/02/2012
gimana papua mau maju kalau warganya yang dewasa malah kolot..
Balas   • Laporkan
oh Indonesiaku...beginikah kalau yang dipakai okol bukan akal....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ