Nasional

Fisika Buktikan "Rasa Sayange" Asli Indonesia

Malaysia pernah menantang Indonesia untuk membuktikan dari mana asal lagu ini.

Rabu, 22 Februari 2012, 07:27 WIB
Eko Huda S, Arfi Bambani Amri
Hokky Situngkir, pendiri dan peneliti Fe Institute (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Pada tanggal 2 Oktober 2007, Rais Yatim, Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia menantang pemerintah Indonesia untuk membuktikan bahwa lagu "Rasa Sayange" merupakan warisan asli budaya Indonesia. Pernyataan ini dilontarkan Yatim ketika menanggapi pernyataan sejumlah anggota DPR-RI bahwa lagu itu berasal dari Kepulauan Maluku.
 
Isu ini mengundang perhatian para peneliti di Bandung Fe Institute. Mereka kemudian mengembangkan metode fisika mekanika statistik seperti Zipf-Mandelbrot, koefesien girasi, koefesien spiral serta analisis entropi dan negentropi untuk mengeksplorasi lagu tradisional Indonesia. Hasil analisis ini lalu dikomposisi menggunakan pendekatan biologi evolusioner menjadi pohon filomemetika lagu tradisional Indonesia. Penelitian ini dapat melihat pola evolusi lagu tradisional Indonesia.

Dari riset ini terlihat bahwa secara struktur nada, durasi, kepadatan, dinamika, keragaman melodi dan tingkat kompleksitas lagu “Rasa Sayange” memiliki karakteristik yang secara relatif sangat dekat dengan lagu-lagu tradisional dari daerah Maluku lainnya. Karakteristik ini sangat berbeda dengan kelompok lagu dari Riau, yang dekat dengan karakteristik lagu tradisional Malaysia.

Dalam rilis yang dikirimkan Roland M. Dahlan, anggota Bandung Fe Institute yang juga bergerak di Gerakan Nasional Sejuta Daya Budaya, Selasa 21 Februari 2012, lagu “Rasa Sayange” menurut hasil riset mereka berada sangat jauh dari cabang pohon lagu-lagu Melayu. Penelitian ini membuktikan bahwa klaim Rais Yatim keliru dan Indonesia, secara saintifik, dapat membuktikan asal lagu “Rasa Sayange”.

Metode analisis ini telah diterapkan ke ratusan lagu tradisional Indonesia. Namun jumlah ini masih relatif sedikit, karena diduga ada ribuan lagu tradisional di Bumi Nusantara.

"Untuk itu, kami mengajak partisipasi publik untuk berkontribusi ke Gerakan Sejuta Data Budaya dengan mengirimkan data kebudayaan tradisional Indonesia ke situs www.budaya-indonesia.org," ujar Roland.

"Gerakan ini tidak hanya menginventarisasi lagu tradisional, tetapi juga elemen motif kain, arsitektur, tarian, ornemen, pengobatan, naskah kuno, dan lain sebagainya. Upaya pendataan ini sangat penting guna menghindari klaim, dari pihak yang tidak bertanggungjawab, di masa yang akan datang."

Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga telah mengakui bahwa "Rasa Sayange" merupakan lagu yang berasal dari Indonesia. "Sejak kecil saya memang diajarkan lagu 'Rasa Sayange' itu lagu asli Malaysia," kata Anwar di acara peluncuran Forum Mufakat Nusantara di Jakarta, 12 Oktober 2010 lalu. (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
anak_negeri
29/02/2012
Yang penting kita dukung " Gerakan Sejuta Data Budaya ". Jangan banyak omong....
Balas   • Laporkan
iron maiden
23/02/2012
KORUPSI juga budaya asli indonesia, begitu pula NGAMUK2 alias suka merusak harta benda milik orang lain merupakan budaya asli indonesia
Balas   • Laporkan
yaaah, yang beginian ga ush diurusin banget dulu, masih banyak energi pemerintah yg perlu disiapin buat masalah2 besar lainnya, beresin dulu para koruptor dan sistem yg korup dinegeri ini, ntar kalo udh pd beres jg tuh malingsia takut urusan sm Indonesia
Balas   • Laporkan
fadlie0505
22/02/2012
terseyumlah segelintir orang yg punya "kepentingan" sukses lagi buat dua negara ini berantam.... ahahhahaha... :P
Balas   • Laporkan
jechology
22/02/2012
Ayo Sob, mulai dr saat ini pergunakan produk INDONESIA, ga usah tereak2 aah ga enak, ap gunanya tereak sm negeri ky bgtuan, SUARAKAN LG DANGDUT ITS THE MUSIC OF MY COUNTRY, BATIKKU ASELI INDONESIA dn smcamnya hayuulah, jgn klo ilg doank tereak,..
Balas   • Laporkan
mickymouse
22/02/2012
MALINGSIAL TUKANG NYOLONG. APA AJA JUGA DICOLONG. EH MALINGSIAL MAU NGGAK PARA KORUPTOR INDONESIA, GRATIS JADI NGGAK USAH NYOLONG. BUAT HADIAH MAU NGGAK?
Balas   • Laporkan
rosihanz
22/02/2012
Makanya Hargai budaya sendiri bos, kayaknya kedepannya indonesia bakalan kehilangan budaya buktinya dari generasi muda sekarang udah pada ke-korea-korea-an, hih apalagi b4nci boyband yang bikin jij!k. sadar gak loe woy kita skrg lebih milih budaya orang
Balas   • Laporkan
mons.sulai
22/02/2012
uda gk aneh sama yg namanya malingsia si..semua produk RI pasti di jiplak atw di klaim milik dia,,org malingsia kan gk punya seni & budaya,,,orang2nya gk mau berkreasi x..andaikan msih ada bung karno pasti ud di GANYANG tu......
Balas   • Laporkan
dan99ps
22/02/2012
dulu guru2 indonesia yg dikirim mengajar di malaysia mungkin masih memakai kurikulum indonesia kali sampai2 semua budaya kita di klaim rata
Balas   • Laporkan
josso_ancuk
22/02/2012
Keren gan ini
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ